Korban Penusukan Oknum PNS, Akhirnya Meninggal

 281 total views,  2 views today

pisaupisau

PAGARALAM, KS—Usai dirawat selama empat hari di RS Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, akhirnya Kartawinata, korban penusukan yang dilakukan oknum PNS Dinas PU Kota Pagaralam, menghembuskan nafas yang terakhir.

Korban meninggal,  Selasa (17/9) sekitar Pukul 09.00 WIB, dan langsung diantar ke kediamannya di Desa Bandar Aji, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat.

Jenazah tiba di kediamannya sore pukul 17.00 WIB dan dimakamkan, Rabu (18/9). Korban diketahui meninggalkan satu orang istri dan seorang anak.

Aprida, istri korban mengatakan peristiwa ini sangat memukul perasaannya karena korban adalah tulang punggung keluarga.

“Kami sekeluarga berharap aka nada keadilan bagi kami. Kami minta aparat penegak hukum agar dapat menghukum pelaku setimpal dengan perbuatannya,” pinta Aprida.

Kejadian penusukan ini terjadi, Sabtu (14/9) lalu sekitar pukul 12.00
WIB di Dusun Simpang Padang Karet, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan.

“Tersangka Raihan, terbukti melakukan penusukan terhadap korban di
bagian rusuk hingga mengalami luka cukup parah dan saat ini kondisinya
kritis,” ujar Kapolresta Pagaralam AKBP R Hendrawan didampingi AKP
Indarwaman dan Kaspolsek Pagaralam Selatan Iptu Wantoro, kemarin.

Dikatakannya, sebelum meninggal korban mengalami luka cukup parah dibagian rusuk kanan sehingga mengalami pendarahan cukup parah sehingga langsung dirawat di RSD Besemah. Karena luka korban cukup parah, sehingga terpaksa di rujuk di Rumah Sakit Palembang.

“Sejauh ini kita telah melakukan penahanan dan tersangka dikenakan
pasal 351 KUHP  tentang penganiayaan berat dan sepertinya ada unsur perencaan sebelum melakukan penusukan,” ungkap Hendrawan.

Sebetulnya, sambung Indarmawan,  insiden ini berawal dari adanya
kecelakaan lalu lintas di Simpang Asam, Kelurahan Besemah Serasan,
antara korban dan tersangka. Namun, sempat berdamai dengan memperbaiki kendaraan yang rusak secara bersama-sama.

“Dalam kesepakatan itu, korban harus mengganti rugi kerusakan mobil
tersangka. Namun kesepakatan tersebut dibatalkan korban karena dianggap berat sebelah,” terangnya.

Kemudian, kata dia,  tersangka menghubungi korban melalui ponsel untuk merundingkan hal itu dan kebetulan bertemu di TKP. Tersangka langsung menghadang mobil korban dan langsung terjadi perang mulut.  Karena merasa tidak puas, lalu tersangka mengempeskan ban mobil korban.

“Merasa tidak puas, tersangka langsung menyerang korban dengan sebilah pisau jenis kuduk yang berukuran sekitar 10 cm tepat mengenai bagian rusuk kanan korban,” sebutnya.

Wantoro menambahkan, setelah kejadian itu pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka bersama barang bukti (BB), sudah diamankan di Mapolsek Pagaralam Selatan.

“Akibat adanya penusukan tersebut, tersangka akan dikenakan pasal 352 KUHP  tentang penganiyaan berat dan ada unsur perencanaan dengan
ancaman 5 tahun  kurungan penjara,” tegasnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster