Aib SFC Di Ujung Musim

 291 total views,  6 views today

HL-SFC

Skuad SFC

PALEMBANG | KS-Sriwijaya FC (SFC) menutup kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 dengan hasil mengecewakan. Takluk 1-6 atas Barito Putera, Rabu (18/9) kemarin petang, membuat SFC untuk kali pertama dalam sejarah menelan kekalahan hingga enam kali kemasukan di satu pertandingan.

Keenam gol Barito masing-masing diciptakan Djibril Coulibaly saat laga baru berusia satu menit dan 25, Makan Kanoute menit ke-40, Rizky Ripora 41, Amirul Mukminin 45 serta Septarianto satu menit sebelum bubaran. Sementara satu-satunya gol balasan Laskar Wong Kito diciptakan Herman Dzumafo Epandi dimenit ke-86 melalui eksekusi penalti.

Meski hasil ini tak berpengaruh terhadap posisi SFC di klasemen akhir ISL, namun tetap tak mengenakan. Mengingat status tim di awal musim merupakan juara bertahan. Sedangkan Barito Putera hanyalah tim promosi yang kali pertama mentas di kasta tertinggi tanah air.

Di klasemen akhir, SFC berada di posisi lima dengan perolehan 57 poin dari 34 laga yang dilakoni. Tetap dibawahnya, Barito Putera mengunci peringkat enam dengan perbedaan tiga poin lebih sedikit.

“Melawan Barito kita akui sangat buruk bagi SFC. Namun bukan tanpa sebab karena kita banyak kehilangan pemain. Terutama dibelakang kita hanya menyisakan Dere Malman sebagai centre back murni. Bahkan kita harus memaksakan Ponaryo Astaman untuk menemaninya. Dan di sisi kiri juga demikian dengan menggeser Hapit Ibrahim,” kata Caretaker SFC, Subangkit.

Selain aib kekalahan dengan margin terbesar, hasil ini juga membuat magis SFC di tanah Kalimantan musim lalu seakan lenyak. Selalu memetik poin penuh di tiga laga musim lalu atas Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan dan Mitra Kukar tak lagi dilakukan SFC.

Dengan tiga tim sama plus Barito Putera, tak satu poin pun mampu dibawah pulang. Empat kali bertanding, SFC empat kali menelan kekalahan. Tiga dengan skor identi 2-4 atas Persisam, Mitra Kukar dan Persiba, satu lagi dengan kekalahan yang paling menyedihkan atas Barito Putera.

“Kekalahan ini memang menyakitkan. Tapi tidak masalah, dibalik hasil ini ada sebuah hikmah yang dapat dipetik. Pemain muda yang mendominasi starting eleven mendapat pengalaman,” timpal Manajer SFC, Robert Heri.

Pada pertandingan ini sendiri, SFC langsung dikejutkan Laskar Antasari (julukan Barito Putera) saat laga baru berusia satu menit. Percobaan pertama Djibril Coulibaly tak menemui kesalahan hingga membawa timnya unggul 1-0.

Selang 24 menit, pemain asal Mali kembali menceploskan bola. Tak kesulitan, Coulibaly membawa timnya unggul 2-0. Lima menit jelang bubaran, SFC semakin tak berdaya. Tiga gol tambahan berhasil dibukukan para punggawa Barito Putera.

Secara berganti, Makan Kanoute menit ke-40, Rizky Ripora satu menit berselang dan Amirul Mukminin di masa injury time menutup babak pertama dengan keunggulan jauh Barito Putera 5-0.

Memasuki paruh kedua, SFC perlahan sanggup meladeni tuan rumah. Alhasil, Barito nampak kesulitan menambah keunggulan. Hingga lima menit akhir tak ada satu pun peluang tercipta sebelum akhirnya Herman Dzumafo Epandi memperkecil ketertinggalan.

Tepat dimenit ke-86, sebuah kesalahan pemain bertahan Barito menghasilkan hadiah penalti bagi SFC. Dzumafo yang menjadi eksekutor tanpa kesulitan menaklukkan penjaga gawang tuan rumah.

Sayang, satu gol yang diceploskan Dzumafo tak sanggup membuat moril para pemain SFC bangkit untuk kembali menciptakan gol. Justru sebaliknya, Barito Putera yang menambah keunggulan. Septarianto yang mencetak gol memastikan tuan rumah menang dengan keunggulan telak, 6-1.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster