Warga Sayangkan Langkah PT Pertamina

 190 total views,  2 views today

Pemkab. Muba memfasilitasi pertemuan antara Pertamina EP dengan masyarakat Kecamatan Babat Toman di ruang rapat Bupati Muba.

Pemkab. Muba memfasilitasi pertemuan antara Pertamina EP dengan masyarakat Kecamatan Babat Toman di ruang rapat Bupati Muba.

MUBA|KS-Sejumlah masyarakat baik dari Kecamatan Babat Toman, Kelurahan Mangun Jaya, Desa Beruge dan Muara Punjung menyayangkan langkah PT. Pertamina EP yang menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan penambangan sumur.

Padahal masyarakat setempat tidak pernah berniat untuk menghalangi PT. Pertamina EP menambang sumur-sumur tersebut.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah perwakilan masyarakat saat pertemuan antara warga dengan PT Pertamina yang difasilitasi Pemkab Muba, Senin lalu.

“Pada prinsipnya kami tidak keberatan sumur-sumur milik kami dikelola oleh PT. Pertamina EP. Hanya saja hendaknya PT Pertamina EP dapat lebih bijak dan mempertimbangkan kompensasi serta biaya yang telah dikeluarkan oleh masyarakat saat membuka lahan yang ternyata terdapat sumur minyak milik PT.

Pertamina, dan nasib mereka selanjutnya,” ujar Abusari.

Assistant Manager Legal dan Relation PT Pertamina EP, Ahmad Jabbar SH MH, mengatakan, aksi penambangan ilegal yang dilakukan masyarakat di sumur MJ 49/50, MJ-75, MJ-92, MJ-96, MJ-97, serta lokasi stasiun pengumpul, selain merugikan Pertamina aktivitas penambangan tersebut dilakukan tidak memenuhi standar keselamatan dan aspek lingkungan.

“Ya, ini sangat merugikan negara. Selain itu juga tidak memenuhi standar keselamatan dan aspek lingkungan,” ucapnya.

Setelah mendengarkan pernyataan dari pihak PT Pertamina EP dan perwakilan masyarakat Kecamatan Babat Toman, Sekda Muba Drs. H. Sohan Majid MM, selaku fasilitator mengambil kesimpulan, sebagai solusi Pemkab Muba selaku fasilitator meminta agar perwakilan PT Pertamina yang mengikuti rapat agar segera menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kompensasi serta mempertimbangkan keberlangsungan hidup masyarakat setelah sumur-sumur tua tersebut diambil alih pengelolaannya oleh PT Pertamina EP.

“Selain itu, Pemkab Muba segera akan membentuk tim inventarisasi untuk mengecek kebenaran di lapangan, serta menginventarisir lahan-lahan milik Pertamina yang disinyalir dimiliki oleh masyarakat.

Menurutnya, hal ini juga berkaitan dengan pemberian kompensasi nantinya, dan masyarakat untuk sementara tetap dapat melakukan aktivitas penambangan. “Dengan cacatan aspek keselamatan dan lingkungan menjadi tanggungjawab masyarakat tersebut, hingga tercapai kesepakatan antar kedua belah pihak, dan semoga persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat,” ujarnya.

Rapat tersebut turut dihadiri H. Burhan pemilik lahan yang terdapat sumur minyak PT. Pertamina, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kabag Hukum, Kabag Tata pemerintahan Setda Kabupaten Muba, Perwakilan Dinas Pertambangan, Camat Babat, Perwakilan PT Pertamina EP dan puluhan masyarakat Kecamatan Babat Toman diantaranya yang melakukan pembukaan lahan yang terdapat sumur milik Pertamina yaitu Ahmad Ubek, Redi Bustro, Abu Aman dan Amran.

Teks : Bagus

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster