Tingkatkan PAD, Aset Daerah di Data Ulang

 196 total views,  2 views today

anggaranPAGARALAM, KS-Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot), Pagaralam, kembali melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap sejumlah aset daerah dalam rangka mendukung peningkatan  Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang masih banyak aset yang dimiliki Kota Pagaralam hingga  kini belum jelas keberadaanya.  Padahal semua itu merupakan kekayaan dan salah satu pendorong dalam meningkatkan PAD seperti kebun kopi, bangunan, uang pinjaman dana bergulir, perusahaan daerah dan masih banyak yang lainnya,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengolahan Keuangan dan Aset (DPPKA), Kota Pagaralam,  H. Haryanto SE, MM, MBA, Selasa (17/9).

Menurutnya, ada beberapa aset daerah yang pengelolaanya tidak jelas, padahal sangat diharapkan akan menambah pendapatan seperti lahan kebun kopi, bangunan dan unit usaha lainnya yang ada kerjasama dengan pemerintah.

“Seperti kebun kopi, jumlahnya mencapai ratusan hektare di lokasi perkantoran maupun daerah lokasi wisata  dan masih cukup banyak di daerah lainnya,” kata Haryanto.

Selain itu, kata dia, termasuk dana bergulir yang dipinjamkan kepada koperasi dengan jumlah mencapai miliaran, hingga kini tidak tahu keberadaanya. Menurutnya, pemberian dana bergulir dan bantuan berbagai usaha masyarakat dilakukan sejak tahun 2002 lalu.

Saat ini, lanjutnya, Pemkot Pagaralam sudah membeli lahan kebun kopi sejak tahun 2002 lalu dengan luas lebih dari 100 hektare yang masih belum jadikan sebagai lokasi pembangunan.  Jadi, kata dia, kemana hasil kebun tersebut selama bertahun-tahun lamanya.

“Sejauh ini tak satupun hasil tersebut disetor ke kas daerah. Termasuk dana bergulir yang dipinjamkan kepada puluhan koperasi yang mencapai hingga Rp2 miliar tidak jelas pengelolaanya,” sebutnya seraya menambahkan selama ini pemerintah daerah maupun pusat sudah memberikan bantuan baik dalam bentuk barang dan dana bergulir kepada sekitar 40 lebih koperasi dengan total aset bisa mencapai diatas Rp10 miliar, tapi hal itu  hingga kini tidak tahu keberadaanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi, Ahmadi Damrah SE, mengakui banyak koperasi yang menerima bantuan dana subsidi BBM dan bantuan pemerintah mulai tahun 2002 lalu yang menunggak.

Bantuan dana bergulir seperti yaitu KUT Dempo Subur, KUD Sinar Surya, KUD  Cempaka,  KUD Perikanan, KUD Persatuan, KUD Gading Jaya.

“Selanjutnya KUD Karya Bakti, KUD Bina Wisata, KUD Kowapi, KUD Barokah dan KUD Tunas Jaya. Masing-masing koperasi mendapat dana bergurir. Kalau ditotalkan bisa jadi jumlah total termasuk aset fisik bantuan untuk koperasi mencapai Rp18 miliar,” kata Ahmadi.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster