Masyarakat Sumsel Dihimbau Kurangi Makan Nasi

 276 total views,  2 views today

HL

Ilst. Nasi

KAYUAGUNG  KS-Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) H Suswono menghimbau  kepada masyarakat Sumatera Selatan khususnya OKI  untuk tidak tergantung pada nasi dalam mengatur pola makan sehingga seolah-olah belum kenyang jika belum makan nasi.

“Saya himbau perlahan kita bisa mengurangi makan nasi, walaupun selama ini kita sepertinya belum puas  jika belum makan nasi, padahal sudah makan beberapa  tongkol jagung,” kata Suswono saat menghadiri tanam perdana cetak sawah baru bersama, di desa Tanjung Aur Jejawi OKI, Selasa (17/9).

Menurutnya,  kondisi tersebut merupakan lapar secara psikologis karena masyarakat sudah terbiasa makan nasi sejak kecil. Padahal Indonesia memiliki sumber pangan beragam selain beras, seperti ubi, sagu, jagung, singkong, kentang, dan berbagai umbi-umbian lainnya.

“Kedepanya nanti masyarakat untuk membiasakan mengkonsumsi aneka sumber pangan selain nasin,” katanya.

Kabupaten OKI menurut Suswono merupakan wilayah yang berpotensi menjadi wilayah lumbung pangan nasional.”Banyak lahan berpotensi menjadi lahan persawahan, apalagi selama ini OKI sangat membantu Indonesia dalam surplus beras,’ katanya.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan  TNI sekarang bukan hanya bertindak di medan pertempuran saja, TNI juga dapat berperan dalam bidang sosial.

”Kita sudah bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan swasembada pangan, salah satunya pada hari ini kita melakukan cetak sawah dan tanam perdana di Kabupaten OKI,” katanya.

MenurutnyaTNI  secara langsung dengan fasilitas yang ada akan memanfaatkan lahan tidur yang tidak terpakai untuk diolah menjadi lahan produktif. TNI juga akan memberi bimbingan kepada masyarakt untuk mendorong semangat warga memenfaatkan lahan pertanian secara maksimal.

“Pelaksanaan ini dapat meberikan nilai positif kepada masyarakat terutama dalam hal meningkatkan kesejahtraan dengan tujuan yakni swasembada pangan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati OKI H Ishak Mekki mengatakan  masih banyak lahan  yang masuk dalam program cetak sawah baru.”Di desa Tanjung Aur  ada 1.500 ha lahan desa, 500 Ha yang didesain dalam cetak sawah baru, saat ini 100 ha sudah selesai di cetak dan 20 ha sudah mulai ditanam,” katanya.

“Bagi  mereka diberikan hak milik sementara, nanti setelah pengelolaanya sudah maksimal akan menjadi hak milik masyarakat dengan perjanjian tidak boleh dialihfungsikan,” tandasnya.

TEKS : EMIL HIDAYAT

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster