Kisruh Pilkades, Puluhan Warga Datangi Pemkab

 188 total views,  2 views today

Kabag Tata Pemerintahan Asrohi SSos MH saat memberikan penjelasan kepada warga Desa Babat yang mendatangi Pemkab PALI, Selasa (17/9). Warga menuntut Pemkab membatalkan hasil pilkades Desa Babat Kec Penukal

Kabag Tata Pemerintahan Asrohi SSos MH saat memberikan penjelasan kepada warga Desa Babat yang mendatangi Pemkab PALI, Selasa (17/9). Warga menuntut Pemkab membatalkan hasil pilkades Desa Babat Kec Penukal

PALI | KS-Berlarutnya proses penyelesaian Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), di Desa Babat Kecamatan Penukal, membuat warga kecewa dan mendatangi Pemkab PALI, di Talang Ubi, Selasa (16/9).

Puluhan warga memprotes pelaksanaan pilkades yang menurutnya sarat kecurangan.

Dalam orasi yang dipimpin Hendri dan Mukhlis itu, warga menuntut pembatalan hasil pilkades tanggal 26 Agustus lalu. Selain itu warga juga menuntut agar pemkab menegakkan MoU antara calon kades babat yang ditanda-tangani sebelum pelaksanaan pilkades.

Selain itumenuntut dilakukannya pemilihan ulang tanpa mengikutsertakan kandidat Arka Nurawi. Juga meminta transparansi dari hasil investigasi pemkab pali tentang pelaksanaan pilkades Babat.

Para demonstran, disambut Kabag Tata Pemerintahan Pemkab PALI, Asrohi SSos MH. Dihadapan mereka, Asrohi meminta perwakilan warga untuk melakukan pertemuan tertutup di salah satu ruangan pemkab.

Kisruh Pilkades Babat ini bermula saat ditanda-tanganinya surat perjanjian antar kandidat. Dalam perjanjian tersebut, disebutkan setiap calon akan bertindak jujur. Dan bagi kandidat yang memenangkan pilkades tapi terbukti tidak jujur atau menggunakan money-politics maka kandidat itu siap tidak dilantik. Dalam perjanjian yang dibubuhi materai itu, disaksikan dan diketahui oleh Seluruh panitia pilkades dan seluruh anggota BPD Babat.

Saat pilkades digelar, kandidat yang menang, Arka Nurawi, dituduh melakukan money-politics. “Beberapa warga berani bersumpah, mereka menerima uang Rp 100ribu agar memilih kandidat nomor lima. Artinya kandidat itu sudah mencederai proses demokrasi dan kesepakatan yang sudah dibuat,” ujar Azhari Marlinton salah satu kandidat kepada KabarSumatera.

Menanggapi aksi yang digelar oleh warga tersebut, beberapa pejabat Pemkab tampak hadir menemui utusan warga yang terdiri dari empat kandidat yaitu Azhari Marlinton, Suwandi, Artikadi dan  Saicik SE. Pejabat yang hadir diantaranya Inspektorat  M Isnaini, Amri Achmad, Kabag Tapem Asrohi SSos MH, dan Rusman Firman.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran pemkab menjamin bahwa rencana pelantikan kades terpilih hanya isu belaka dan belum ada rencana dari Pemkab untuk melakukan pelantikan. Pemkab juga bersedia memfasilitasi keinginan keempat kandidat yang ingin bertemu Bupati PALI.

Mendengar hasil pertemuan tersebut, akhirnya warga bersedia membubarkan diri dengan tertib.

Teks/Foto :Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster