Kasus Cetak Sawah Bergulir di Kejaksaan Negeri

 236 total views,  2 views today

BANYUASIN |KS-Kasus dugaan korupsi cetak sawah yang menyeret tersangka Kasi Sarpras Dinas Pertanian Dan Peternakan (Distanak), Kabupaten Banyuasin, Hermansyah, dan Muslimin selaku Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD), Pertanian Dan Peternakan Kecamatan Pulau Rimau, saat ini telah bergulir di Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin

Pantauan dilapangan, Selasa  (17/9), sekitar pukul 09.30 WIB, kedua tersangka berikut barang bukti satu buah Mobil Toyota Kijang Innova hitam Nopol BG  1748 PB dan uang tunai sebesar Rp 1,167 milliar,  diserahkan pihak Polres Banyuasin ke Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai yang diterima oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai

Kapolres Banyuasin AKBP Achmad Ihsan melalui Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Effendi Simanjuntak, saat dihubungi membenarkan mengenai adanya pelimpahan perkara ke kejaksaan tersebut. “Proses penyerahan berjalan sesuai rencana,” ucapnya, Selasa (17/9).

Menurutnya, kendati berkas dugaan korupsi cetak sawah telah dilimpahkan ke kejaksaan, namun tidak akan menutup kemungkinan akan mendapatkan tersangka baru apabila ke depan ditemukan bukti baru. “Bisa jadi akan muncul tersangka baru lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk mengungkap kasus ini, penyidik Tipikor Polres Banyuasin, telah memeriksa 45 saksi. Diantaranya Bupati Amirudin Inoed, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadisnakan), Median beserta istrinya Lindawati (namun mereka tidak terlibat -red).

“Penyidik juga memintai keterangan dari gabungan kelompok tani, PNS Distanak, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian Pertanian pusat, Kementerian Keuangan, dan tiga saksi ahli,” ungkapnya.

Berdasakan audit BPKP, negara diduga dirugikan Rp 3,32 M. Tersangka terancam pasal 2, 3, 8, dan 12e UU No 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Kajari Pangkalan Balai Suwito SH melalui Kasi Intel, M Iqbal SH, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan berkar perkara dugaan korupsi cetak sawah tersebut.

“Kami menilai berkas penyidikan sudah lengkap, bahkan kekurangan sebelumnya telah diperbaiki pihak penyidik Polres Banyuasin. Selanjutnya akan kita diajukan jadwal untuk persidangan,” kata M Iqbal,

Sekadar mengingatkan, bahwa kasus dugaan korupsi cetak sawah ini masuk tahap penyidikan Tipikor Polres Banyuasin, sejak bulan Maret 2013 lalu. Anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru -red) di Distanak Banyuasin, di duga disunat dan  tidak sesuai dengan peruntukan.

Anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) dalam program penyediaan dan pengembangan sarana prasarana pertanian ini berasal dari APBN program Bansos tahun anggaran 2012, sebesar Rp 18 miliar.

Rencananya, uang akan digunakan untuk cetak sawah di sembilan desa dalam Kecamatan Pulau Rimau, dengan luas 1.800 hektar.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster