Dewan Sumsel Minta Dilibatkan Jadi Petugas Haji

 180 total views,  2 views today

petuigas-haji

Ilst. Petugas Haji

PALEMBANG, KS-DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), mendesak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel, untuk melibatkan dewan untuk menjadi petugas haji. Pelibatan wakil rakyat itu menurut Ketua Komisi V DPRD Sumsel, MF Ridho, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Agama (Permenag).

“Pelibatan anggota dewan, sebagai petugas haji sudah diterapkan oleh Kemenang dengan melibatkan anggota DPR RI. Ini juga sudah dilakukan di Jawa Tengah (Jateng), bahkan di sana sudah dua periode menugaskan anggota DPRD Jateng sebagai petugas haji. Di Sumsel, kebijakan ini perlu dikaji,” kata Ridho dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (17/9).

Politisi Partai Demokrat ini menyebut, dalam Permenag tersebut di jelaskan petugas haji berasa dari unsur eksekutif, Kemenag, organisasi massa (ormas) Islam dan unsur legislatif. Di Sumsel, ia tidak tahu kenapa unsur legislatif tidak dilibatkan sebagai petugas haji.

Padahal menurut Ridho, itu penting dari sisi pengawasan. Dikatakan Ridho, dilibatkannya unsur legislatif menjadi petugas haji, perlu dipertimbangkan, hal ini terkait dalam hal pengawasan dan anggaran.

“Ini bukan suatu hal yang mengada-ada, tapi berdasarkan hasil studi banding kita ke DPRD Jateng. Disana mereka sudah menerapkan Permenag ini, dengan mengikutsertakan 17 orang anggota DPRD Jateng sebagai petugas haji, dengan rincian 10 orang dari komisi-komisi dan 7 dari perwakilan fraksi-fraksi,” ucapnya.

Disisi lain Ridho berharap, pelaksanaan haji tahun ini dapat berjalan lancar, dan jamaah haji mendapat pelayanan yang baik dari panitia. “Pelaksanaan haji ini sudah rutin tiap tahun dilakukan, dan beberapa tahun terakhir kita lihat sudah minim keluhan, kita harap jamaah haji dapat pelayanan yang sama seperti tahun sebelumnya atau bahkan lebih baik,” ujarnya.

Ridho juga mengimbau, agar panitia haji lebih memprioritaskan calon haji yang lanjut usia, terutama dalam hal kesehatan, tempat tinggal dan konsumsinya. “Calon haji yang lanjut usia kita harap dapat prioritas, jangan sampai mereka tidak dapat prioritas utk konsumsi, kesehatan, dan tempat tinggal,” tukasnya.

Sebagai informasi, Kanwil Kemenang Sumsel sudah merekrut 105  petugas haji Sumsel. Bahkan petugas haji ini, Agustus lalu sudah dikarantina selama 10 hari di Asrama Haji.  Selama proses  karantina, mereka diberikan sejumlah materi.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel, H Udin Djohan mengatakan, dari 105 petugas haji itu dibagi 21 petugas tergabung di Tim Pembinaan Haji Indonesia (TPHI), 21 petugas Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH), 21 orang dokter dan ditambah 42 tenaga perawat yang tergabung di Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Selama dikarantina, petugas haji akan diberikan bekal keilmuan, kebijakan pemerintah Indonesia soal haji, termasuk juga transparansi tentang biaya setoran haji, regulasi pemerintah Arab Saudi tentang pelaksanaan ibadah haji.

“Petugas haji selain diberikan pembinaan secara teori, namun juga secara praktek yakni tentang peribadatan dan hal-hal dalam cara penyelesaian masalah terpadu. Terkait persoalan yang dihadapi jamaah, seperti tersesat, kelaparan, sakit dan kehilangan barang. Semua materi selama karantina itu akan diberikan oleh narasumber dari Jakarta, TNI dan juga dari Palembang,”tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster