Bahu Jalan Rendah, Kendaraan Kerap Terjun Bebas

 256 total views,  2 views today

kaca-pecah

Ilst.

INDERALAYA|KS-Rendahnya bahu jalan dari badan jalan pada jalur lalu lintas Palembang-Inderalaya membuat, banyak kendaraan seringkali mengalami kecelakaan tunggal, hingga terjun bebas masuk kerawa-rawa atau terbalik.

Akibatnya, arus lalulintas menjadi tersendat dan kerap menimbulkan kemacetan panjang.

Dalam satu pekan ini saja, hampir setiap hari sebuah kendaraan jenis truk PS atau Truk Fuso terbalik dikawasan jalan Lurus Palembang-Inderalaya, di Km 18 dan Km 19 Desa Sungai Rambutan Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten OI, hingga masuk rawa-rawa.

’’Kita akui bahu jalan sangat rendah dari pada badan jalan dikawasan jalur lalu lintas Palembang-Inderalaya, itulah penyebab utama kendaraan seringkali terbalik hingga terjun kerawa-rawa,’’ ujar Kasat lantas AKP Haris Batara, Selasa (17/9), kemarin .

Menurut Kasat, seharusnya antara bahu jalan dengan badan jalan tingginya sama. Namun kenyataannya, ada perbedaan yang sangat tajam dimana  bahu jalan sangat rendah dibandingkan dengan badan jalan. Akibatnya ketika sebuah kendaraan akan minggir atau parkir sebentar ke bahu jalan langsung oleng dan terbalik hingga masuk rawa-rawa.

’’Baru-baru ini Korps Lalu Lintas (Korlantas), Mabes Polri sempat meninjau jalur Palembang-Inderalaya, pihak korlantas sempat geleng-geleng kepala, karena bahu jalan sangat rendah sekali dengan badan jalan, ya akibatnya kalau ada kendaraan yang mau berhenti sebentar dan meminggirkan kendaraannya dari badan jalan ke bahu jalan, langsung oleng dan terbalik,’’ ujar Haris Batara.

Memang, kata Kasat, urusan jalan ini bukan kewenangan Polri ataupun Polres OI, tapi kalau ini dibiarkan terus, maka angka kecelakaan di kabupaten Ogan Ilir semakin meningkat.

’’Kita berharap kepada pihak yang berkompeten, seperti PU Sumsel ,  atau balai besar, bila melakukan perbaikan jalan dengan cara mengaspal, harus diimbangi pula dengan penimbunan pada bahu jalan,’’ katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data laka pada dua bulan terakhir ini (Juli dan Agustus -red), tercatat  ada 35 kasus, dengan rincian 14 meninggal dunia, 19 luka berat dan 33 korban luka ringan.

’’Dari data tersebut, diantaranya banyak juga terdapat jumlah kendaraan mengalami laka tunggal , karena terbalik, penyebab dominannya karena bahu jalan terlalu rendah, hingga membuat kendaraan oleng dan terbalik,’’ tuturnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Pemkab OI H Muhsin baru-baru ini mengatakan, memang idealnya  setiap ada perbaikan  pada badan jalan dengan cara diaspal, tentu harus diimbangi pula dengan penimbunan pada bahu jalan. ’’Jadi saat dilakukan pengaspalan jalan, juga satu paket dilakukan penimbunan pengerasan pada bahu jalan, itu sebaiknya,’’ singkat Muhsin.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster