Palembang Dijamin Bebas Miras Oplosan

 324 total views,  2 views today

miras

Ilst. Miras Oplosan

PALEMBANG, KS-Di sejumlah daerah di Indonesia, minuman keras (miras) oplosan marak beredar. Bahkan akibat miras oplosan itu, di Kebayoran Baru, Jakarta, Agustus lalu mengakibatkan 13 korban tewas.

Namun di Kota Palembang, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, menjamin saat ini tidak ada lagi miras oplosan yang beredar di metropolis. Itu menurut Kepala Sat Pol PP Kota Palembang, M Sabar, karena gencarnya razia yang digelar Sat Pol PP.

“Dulu, memang ada penjualan miras oplosan seperti di kawasan Sekojo, dan Simpang Pusri. Namun sekarang sudah tidak ada, karena kami terus melakukan razia,” kata M Sabar saat dibincangi di ruang kerjanya, Senin (16/9).

Ia menyebut, miras oplosan tersebut bentuknya beragam seperti tuak yang dicampur dengan beragam minuman lainnya. Miras oplosan ini kata Sabar, sangat berbahaya karena kadar alkohol yang terkandung di dalamnya lebih besar dibandingkan miras biasa.

Karenannya peredaran miras tersebut baik miras biasa maupun miras oplosan, tetap menjadi fokus Sat Pol PP untuk ditertibkan. Saat ini menurutnya, razia miras tak segencar sebelumnya. Itu disebabkan Sat Pol PP fokus untuk pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG).

“Namun titik-titik penjualan miras di Palembang seperti di kawasan Kampus depan TVRI, kawasan Pahlawan dan lainnya, terus kita pantau.  Usai ISG, razia terhadap miras ini akan kita gencarkan lagi,” janjinya.

Sabar menjelaskan, penjualan miras dengan kadar alkohol diatas lima persen tetap diperbolehkan beredar. Tetapi peredarannya, hanya di tempat-tempat tertentu seperti hotel berbintang yang sudah mendapatkan izin.

Itu pun sambungnya, miras yang di jual di hotel hanya diperbolehkan di minum di tempat dan tidak boleh di bawa pulang dan tidak menganggu kepentingan umum. “Selain hotel-hotel yang sudah mendapatkan izin itu, penjualan miras dilarang. Jika ada yang mengedarkannya, di luar hotel maka dianggap ilegal dan akan ditindak.

Pol PP tegasnya, sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memantau dimana saja titik-titik penjualan miras ilegal di Palembang. “Ini salah satu upaya kita, menekan tingginya penjualan miras. Selain itu, kita memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang menjual miras. Sanksinya mulai dari penyitaan barang dagangannya sampai dengan kurungan selama 7 hari dan paling lama tiga bulan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindagkop) Kota Palembang, Yustianus menambahkan, miras tidak di perbolehkan beredar secara luas. Hanya tempat-tempat tertentu saja, yang di izinkan menjual miras yakni hotel berbintang.

“Jika masyarakat menemukan lokasi penjualan miras, kami menghimbau masyarakat untuk melaporkannya ke kita. Ini merupakan intruksi wali kota, tidak ada lagi yang boleh berjualan miras di sembarang tempat, kecuali tempat yang sudah memiliki izin,”ujarnya.

Disperindagkop juga jelasnya, terus memantau peredaran miras misalnya warung, supermarket dan mini market. “Tempat tersebut tidak boleh, jika kedapatan maka akan kita amankan,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster