Tersandung Korupsi, Direktur RSDB di Tahan

34 total views, 3 views today

korupsi

Ilst.

PAGARALAM, KS—Jajaran Kepolisian Resort Kota Pagaralam melakukan penahan terhadap Direktur Rumah Sakit Besemah (RSDB), Kota Pagaralam, dr Eddy Kennedy SpA, terkait dugaan korupsi jasa kebersihan (cleaning service), senilai Rp 1,050 miliar tahun anggaran 2012.

Penelusuran Kabar Sumatera, proses penangkapan tersangka dipimpin langusng Kasat Reskrim AKP Indarmawan SH MSi, bersama anggota tim Kanit Pidkor Brigpol Deka Saputra SH, Brigpol Candra Putra, Briptu Febriansyah, Briptu Hanijal dan Briptu Denni, Minggu (15/9) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar puluhan saksi, akhirnya Polresta Pagaralam, menetapkan Direktur RSDB, dr H Eddy Kennedy SpA, sebagai tersangka dalam kasus korupsi jasa kebersihan atau cleaning service, dengan nilai kerugian Negara sekitar  Rp 468 juta,” ungkap

Kapolresta Pagaralam, AKBP R Hendrawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Indarmawan SH MSi didampinggi Kanit Pidkor Brigpol Deka Saputra SH, kemarin (15/9).

Menurut Indarmawan, berdasarkan hasil audit BPKP terhadap dugaan korupsi jasa kebersihan atau clening service senilai Rp1,050 miliar dengan kerugian negara Rp 468 juta, pihaknya melakukan penangkapan terhadap Direktur RSD Besemah, dr Eddy Kenedy, sehingga saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasil audit keluar dan ditemukan ada kerugian Negara sebesar 468 juta, kita langsung melakukan penangkapan terhadap  Direktur RSDB dan langsung dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” ujarnya.

Ia mengatakan, tersangka ditangkap saat hendak menuju ke rumah setelah pulang dari kegiatan dinas dan langsung digiring untuk dilakukan penahanan. “Sebelumnya kita sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap tersangka bersama puluhan saksi lainya. Namun saat ini sudah dilakukan penetapan sebagai tersangka dan akan dilakukan penahanan 21 hari kedepan,” sebutnya.

Meski begitu, kata dia, setelah pemeriksaan dan penetapan tersangka, kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka-tersangka lainnya. Namun, belum bisa disebutkan siapa saja yang akan menyusul jadi tersangka nanti.

“Kita lihat hasil pengembangan berikutnya,” sebut Indarmawan lagi seraya mengatakan penangkapan dan penetapan terhadap tersangka sudah memenuhi prosedur hukum termasuk pemeriksaan sebagai saksi dan yang bersangkutan juga sebagai penangunggungjawab dalam pelaksaan proyek dimaksud.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com