Sembako Kian Melambung

 246 total views,  6 views today

sembako

Sembako

PAGARALAM | KS-Sejumlah harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) hingga kini masih tergolong tinggi. Hal itu terjadi kemungkinan masih dipengaruhi oleh  tingginya permintaan konsumen terhadap bahan kebutuhan tersebut.

Sementara kebutuhan yang ada mesti didatangkan dari daerah tetangga seperti Curup Bengkulu. Karena pasokan yang tersedia di pasar jauh lebih sedikit dari sebelumnya, sehingga kenaikan harga beberapa jenis bahan sembako, diperkirakan mencapai 15 persen dari harga jual di pasar sebelumnya.

Pantauan di lapangan, harga bahan pokok yang mengalami kenaikan seperti Gula, minyak sayur, telur, sagu, gandum, beras dan beberapa jenis lainnya. Untuk gula dari harga Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Kemudian jenis minyak sayur, dari sebelumnya Rp 11 ribu perkilogram meningkat menjadi Rp 12 ribu perkilogram. Sedangkan jenis telur yang sebelumnya memang naik, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 34 ribu per karpet atau 30 butir.

Selanjutnya jenis panganan sagu dan gandum, hanya mengalami peningkatan beberapa persen saja dari harga sebelumnya atau kondisi ini tidak begitu signifikan.

“Beras kualitas terbaik dari harga sebelumnya Rp 8.000 per kilogram meningkat menjadi Rp 8.500 per kilogram atau sekitar Rp 170 ribu per 20 kilogram. Sementara pada tingkat eceran, beras kualitas terbaik ini dijual dengan harga Rp 8.800 perkilogram. Sedangkan untuk beras kwualitas sedang masih sekitar Rp 8.300 perkilogram, dan kualitas standard masih dalam kisaran harga Rp 8.000 perkilogram,” kata Ateng agen sembako Pagaralam, Minggu (15/9).

Menurut dia, Kenaikan sejumlah bahan pokok ini mulai terjadi sejak dua bulan terakhir. Namun diperkirakan harga dipasaran akan normal kembali hingga satu bulan ke depan.

“Memang, beberapa jenis sembako mengalami kenaikan harga, terutama jenis beras, telur dan minyak sayur.  Sebab itu, sejumlah pedagang manisan eceran, sebagian besar sudah berbelanja terlebih dahulu dalam jumlah banyak, mengingat kenaikan harga sifatnya tidak menentu dan tergantung dengan kondisi persedian maupun harga pasaran dari tingkat agen,” ujarnya.

Senada dikatakan Utin (58), pedagang manisan eceran di Pasar Eks Seghepat Seghendi. Menurutnya, kondisi ini terjadi sama seperti pada tahun-tahun lalu.

“Masyarakat Pagaralam hingga kini masih banyak menggelar hajatan, sehingga harga sembako tetap tinggi bahkan meningkat. Kenaikan harga mulai terasa, apalagi jenis beras dan minyak,” katanya.

Sementara itu Rina, warga Perumnas Perandonan mengatakan, kenaikan harga sembako biasanya dimoninasi tingginya kebutuhan masyarakat yang hendak melakukan hajatan atau persedekahan. Misalnya jenis beras, gula, minyak dan telur, sepertinya akan naik lagi. Termasuk pula dengan daging sapi, daging ayam dan ikan, kenaikan begitu dirasakan hingga 20 persen dari harga sebelumnya.

“Kenaikan harga memang agak membingungkan, karena dalam satu bulan terakhir perubahan atau kenaikan harga terus terjadi. Terutama jenis kebutuhan bahan pokok, yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kepada dinas terkait diharapkan segera  melakukan pengawasan, agar kenaikan harga dipasaran dapat terpantau. Apalagi kenaikan harga banyak dilakukan oleh segelintir pedagang saja, termasuk pula dipengaruhi adanya aksi penimbunan stok sembako,” ujar ibu rumah tangga ini.

Terkait kenaikan harga dipasaran, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM) Ahmadi Damrah  SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen Nasrullah Hanif SE MM mengatakan, kenaikan harga  sudah sesuai mekanisme pasar. Sementara beberapa stok bahan pokok yang ada mulai berangsur normal. Meski begitu, pihaknya akan selalu memantau kondisi harga di pasaran.

“Kita terus memonitor harga dipasaran. Dihimbau kepada para pedagang untuk tidak seenaknya menaikkan harga secara sepihak,” kata Nasrullah singkat.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster