Polisi Gagalkan Pengiriman Senpi Antar Negara

 422 total views,  2 views today

Dirditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol, Eddy Musthopa, (kemeja merah), dan Kabid Humas, Kombes Pol R Djarod Padakova, saat memperlihatkan barang bukti kepada awak media.

Dirditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol, Eddy Musthopa, (kemeja merah), dan Kabid Humas, Kombes Pol R Djarod Padakova, saat memperlihatkan barang bukti kepada awak media.

PALEMBANG, KS – Direktorat Reserse Kriminal Dan Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil menggagalkan pengiriman senjata api (Senpi) ilegal antar Negara, Minggu (15/9).

Dari penggrebekan yang dilakukan, petugas mengamankan tiga orang dan satu bungkus paket barang yang sudah dibungkus rapi, yang mana isi paket tersebut terdapat  dua pucuk Senpi berikut amunisinya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Musthopa, didampingi Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova, saat ditemui digedung Ditreskrimum, mengatakan kalau keberhasilan pihaknya mengungkap pengiriman Senpi antar negara ini tidak lepas dari informasi dari masyarakat.

“Semua ini tidak lepas dari info masyarakat, yang mana kami mendapatkan informasi, kalau ada pengiriman senjata api melalui jasa ekspedisi (Paket),” ujar Kombes Djarod.

Dijelaskan Eddy, dalam penggrebekan yang dilakukan di Desa Sebubus, Kabupaten Banyuasin. Pihaknya menyita barang bukti dua pucuk senjata api jenis FN dan Revolfer, berikut 14 peluru.

“Kita lakukan penangkapan sekitar pukul 04:00 WIB, menjelang subuh, yang mana tersangka sedang tertidur pulas, jadi tidak ada perlawanan dari tersangka,” paparnya.

Lanjut Edi, dari ketiga orang yang ditangkap, hanya satu yang dijadikan tersangka. “Ketiga orang itu adalah H (24), M dan I, untuk sementara H kita jadikan tersangka karena sudah cukup bukti, sementara M dan I masih dalam penyelidikan dan pengembangan, tetapi keduanya masih kita tahan,”ungkapnya.

Dikatakan Eddy, kalau senjata api ilegal tersebut, didapatkan oleh H dari negara tetangga. “Dari pengakuan tersangka, senjata api tersebut didatangkan dari Filipina dan nantinya akan dikirim ke Propinvi Kalimantan,”bebernya.

Tambahnya, modus tersangka sendiri menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirimkan senjata api tersebut. “Senjata api api tersebut sudah ada yang memesan dan nantinya akan dikirim ke Kalimantan,”katanya.

Untuk mengungkap peredaran senjata api asal negara Filipina tersebut, Ditreskrimum Polda Sumsel sudah berkodinasi dengan Ditreskrimum Polda Kalimantan. “Tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke Kalimantan,”kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod R Padakova.

Lanjut Djarod, sebelumnya kepolisian daerah Sumatera Selatan padah tahun 2013, berhasil menyita 57 pucuk senjata api rakitan dan sebuah pabrik perakitan senpi. “Senjata api tersebut didapatkan di daerah Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Lubuk Linggau dan Ogan Ilir,”ungkapnya.

Dari 57 pucuk senjata api yang disita polisi, dua orang tersangka berhasil diamankan.”Senjata-senjata tersebut, sebagian adalah serahan masyarakat dan temuan. Kami menghimbau kepada masyarakat yang memiliki senpi ilegal harap menyerahkan kepada pihak yang berwajib, sebelum diambil tindakan yang tegas,” pungkas Djarod.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster