Pohon Kelapa Bercabang Empat

 887 total views,  2 views today

lintas-2-Pohon-Kelapa-Bercabang-Empat

Pohon Kelapa Bercabang Empat

BANYUASIN/KS-Aneh tapi nyata, itulah gambaran pada sebatang pohon kelapa milik Pangin di Jalur 17 Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago. Betapa tidak diareal hamparan kebun kelapa miliknya, terdapat satu pohon kelapa bercabang empat. Pohon kelapa yang tumbuh diareal pematang sawah ini pun menjadi tontonan warga.

Menurut Pangin, pohon kelapa ini ditanam pada tahun 1982 bersamaan dengan pohon kelapa lain bantuan dari Pemkab Muba. Sekitar tahun 1995, pohon tersebut bercabang dua, lalu berselang beberapa tahun kemudian, disetiap cabang kembali bercabang lagi, hingga kini pohon kelapa tersebut bercabang empat.

Uniknya, daun yang tumbuh disetiap cabang, sama dengan pohon kelapa pada umumnya, demikian pula dengan buahnya. Setiap cabang menghasilkan rumpun – rumpun kelapa.

“ Hasilnya memang lumayan, karena setiap cabang menghasilkan buah, jadi dari satu pohon saja, banyak buah kelapa yang bisa dijual. “ kata Pangin.

Dari penuturan Pangin, sebelum pohon kelapa tersebut bercabang, istrinya Sumini, sempat melihat tiga orang wanita muslim menggunakan pakaian serba putih. Wanita tersebut, sebelumnya meminta ijin untuk beristirahat diatas pohon kelapa miliknya.

“ Istri saya tidak mimpi, sebab dia sendiri dalam keadaan sadar dan tidak tidur, hanya saja saat ia melihat ketiga wanita tersebut, seolah tidak ada orang lain yang ada disekitarnya. Jadi setengah sadarlah. “ ceritanya.

Hanya berselang beberapa hari, kemudian tumbuh dua cabang dipohon kelapa.  “Kalau cerita istri saya, wanita yang datang itu, umurnya beda – beda, ada yang 25 tahun ada yang 26 tahun dan ada yang 9 tahun. “ tambahnya.

Pangin sendiri, sebenarnya tidak terlalu memperdulikan cabang pada pohon kelapa tersebut. Hanya saja, menurut Pangin, kalau memang setiap cabang ada yang menempati, Pangin berharap buahnya akan subur dan menghasilkan.

“Itu saja, kalau dikaitkan dengan mistis, percaya atau tidak, alam gaib memang pasti ada. Namun mudah – mudahan apa yang terjadi pada pohon kelapa milik saya dapat membawa kemajuan baik bagi saya maupun bagi masyarakat Desa Banyu Urip lainnya,“ imbuhnya.

Pangin sendiri tidak memiliki rencana untuk memangkas pohon kelapa, meski pohon tersebut sudah tidak produktif lagi. “Biarlah pohon itu mati dan tumbang dengan sendirinya,“ tuturnya.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster