Perseteruan di Banyuasin Belum Usai

 155 total views,  2 views today

hukumBANYUASIN/KS-Meskipun Yan Anton Ferdian dan SA Supriono, telah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin pada 9 September 2013 lalu, namun  perseteruannya dengan kelima pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Banyuasin periode 2013-2018, nampaknya belum berakhir.

Sebab kelima pasangan tersebut, sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang. Dalam putusan selanya, majelis hakim PTUN Palembang menetapkan Yan Anton sebagai tergugat II.

“Harusnya dengan ada putusan sela dari PTUN Palembang itu, pasangan Yan Anton-SA Supriono belum boleh dilantik karena saat ini masih dalam perkara di PTUN,” kata kuasa hukum kelima pasangan cabup-cawabup Banyuasin tersebut, Alamsyah Hanafiah ketika dihubungi, kemarin.

“Memang tidak ada termuat di dalam keputusan itu, bahwa Yang Anton dan SA Supriono tidak boleh dilantik. Masalahnya yang kita gugat tempo hari, adalah SK pembatalan diskualifikasi pasangan tersebut, bukan SK pelantikan. sebab  pada saat mengajukan gugatan belum ada SK pelantikan, sehingga tidak termuat masalah pelantikan,” bebernya

Dikatakannya  bahwa keputusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara itu sudah dilayangkan Kegubernur Sumatera Selatan selaku perpanjangan tangan Mendagri namun entah kenapa masih saja dilantik “karna Yan sudah Dilantik maka kami akan kembali menggugat SK Pelantikan yang telah dikeluaran Menteri Dalam Negeri tentang pelantikan itu” sambungnya.

Alamsyah menyebut,  ia atas nama kliennya juga telah menyurati Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk meminta salinan SK pelantikan pasangan tersebut. Selama ini menurut Alamsyah, SK pelantikan Yan Anton dan SA Supriono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin terkesan ditutup-tutupi.

“Contohnya, kami belum mendapatkan fhoto copy SK pelantikan tersebut. Jadi terpaksa, kita surati mendagri untuk mendapatkan salinan SK tersebut. Jika salinan SK itu sudah ada, kita akan kembali mengajukan gugatan ke PTUN,”tegasnya.

Terpisah, Cabup Banyuasin, H Hazuar Bidui AZ saat dimintai keterangannya membenarkan ia bersama pasangan lainnya berencana akan kembali mengajukan gugatan ke PTUN Palembang terkait SK pelantikan pasangan Yan Anton-SA Supriono.   “Rencana gugatan itu memang ada,  persoalan ini sudah kita kuasakan kepada Alamsyah Hanafiah sebagai kuasa hukum kita,” ujarnya.

Sementara Cabup Banyuasin lainnya, H Askolani menyebut belum bisa memastikan upaya hukum apa yang akan ia lakukan sebagai bentuk perlawanan. “Saat SK pelantikan itu keluar, saya ada di Jakarta mengikuti Rakernas PDI Perjuangan. Sehingga belum tau, bentuk SK nya, bahkan waktu saya pulang dari Jakarta dan mampir sebentar ke kantor, belum melihat ada SK itu,” ungkap Wakil Ketua DPRD Banyuasin ini.

Karna belum melihat SK nya lanjut dia, sehingga ia belum ada rencana untuk melakukan upaya hukum. “Saya akan kordinasi dengan partai terlebih dahulu, setelah itu baru berkoordinasi dengan kuasa hukum,” tukasnya.

Teks        : Diding Karnadi
Editor     : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster