Pergencar Sosialisasi Bahaya Rokok

 354 total views,  2 views today

Ilst. Rokok

Ilst. Rokok

PALEMBANG, KS-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, mempergencar bahaya merokok bagi masyarakat. Selain mempergencar sosialisasi menurut Kepala Dinkes Kota Palembang, Anton Suwindro, kawasan tanpa rokok (KTR) juga akan diperluas.

“Sosialisasi bahaya rokok, akan kita pergencar dengan memasang stiker, menyebarkan buku dan memperluas KTR. Itu bukan berarti, kita melarang masyarakat untuk merokok. Kita masih bisa toleransi, dengan sosialisasi inilah kita harapkan bisa mengurang jumlah masyarakat yang merokok,” kata Anton ketika dibincangi, kemarin.

Anton menyebut,  merokok merupakan sebuah prilaku yang tidak mudah dirubah. Karena dalam rokok, mengandung zat aktif atau zat ketagihan yang bisa memberikan sensasi kenikmatan bagi perokok tersebut.

“Misalnya kami contohkan, seperti orang yang terbiasa memakan pisang setelah makan. Kalau tidak makan pisang maka belum kenyang, Nah prilaku perokok juga seperti itu, abis makan tanpa rokok mungkin kurang lengkap,”ulasnya.

Selain sosialisasi melalui, stiker, buku dan yang lainnya kata Anton,  Dinkes juga gencar lakukan sosialisasi bahaya rokok melalui media cetak maupun elektronik. Ia juga menerangkan, selama ini Palembang sudah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2009 tentang KTR.

Namun sebut Anton, kesadaran masyarakat untuk menatatinya masih kurang. Bahkan cenderung, dilanggar. “Sekarang kesannya, melanggar hukum itu sudah dianggap biasa. Karenanya, kita coba dengan pendekatan lain yakni dari sisi kesehatan. Kita mengingatkan warga, bahaya rokok dari sisi kesehatan. Mungkin dengan cara itu, masyarakat bisa sadar,” tukasnya.

Anton menerangkan, Indonesia saat ini menjadi negara satu-satunya yang belum menandatangani Framework Convention Tobacco Control (FCTC) atau perlindungan masyarakat terhadap asap akibat rokok di kawasan Asean.

Sehingga produk rokok yang di jual di Indonesia dengan negara-negara di Asia Tenggara yang sudah menandatangani FCTC, berbeda. Di negara-negara tersebut, produsen rokok wajib mencantumkan bahaya rokok dalam bentuk gambar yang menakutkan sementara di Indonesia, produsen rokok hanya mencantumkan tulisan bahaya merokok bagi kesehatan.

Peringatan itu menurutnya, tidak membuat masyarakat menjadi sadar akan bahaya nya merokok. “Jika produsen rokok menampilkan gambar penyakit yang menakutkan, akibat bahaya merokok dalam produknya tentu ini akan bisa menimbulkan kesadaran masyarakat sehingga menghindari rokok. Sayangnya itu belum berlaku di kita,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster