Bangunan Illegal Berdiri di Kawasan DAS

 244 total views,  4 views today

Hl-andalas--Bangunan-hotel-diduga-illegal-berdiri-di-kawasan-DAS

Bangunan hotel diduga illegal berdiri di kawasan DAS

PAGARALAM, KS—Sektaris Daerah Kota Pagaralam mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan Perkebunan maupun Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu untuk segera melakukan penertiban  terhadap  bangunan hotel milik Ichsan Azhari di Jalan Pagar Jaya, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Hal tersebut diungkapkan Sektaris Daerah Kota Pagaralam, Drs H Safrudin MSi, didampingi Kepala Pelayanan Perizinan Terpadu, Drs Asran Bahuri MM, kemarin.

“Sampai saat ini, Pemkot Pagaralam tidak mengeluarkan izin untuk perluasan pembangunan hotel tersebut, baik itu Izin Medirikan Bangunan (IMB) maupun Izin Lingkungan,” kata Safrudin seraya mengatakan kepada pihak-pihak terkait untuk segera menertibkan bangunan illegal tersebut.

Menurutnya, setiap adanya perencanaan suatu pembangunan fisik, apalagi untuk pengembangan usaha mesti mendahulukan berbagai izin yang telah ditetapkan, mulai dari pengurusan IMB maupun izin lingkungan. Sementara lokasi pengembangan pembangunan hotel yang ada masuk kedalam kawasan kesatuan ekosistem alam atau DAS, tentunya sangat diperlukan berbagai penelitian terlebih dahulu.

Selain itu, DAS merupakan suatu wilayah daratan yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau  atau laut secaraalami. Sementara batas di darat merupakan pemisah topografi dan batas laut sampai daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

“Sebetulnya, kawasan DAS terdapat banyak aktivitas mulai dari subsistem ekonomi, sosial kultural dan banyak kepentingan lintas sektor maupun wilayah administrasi yang juga ikut melibatkan berbagai pihak. Meskipun demikian, keberadaan bangunan di salah satu perluasan pembangunan hotel milik Ichsan Azhari di jalan Pagar Jaya, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, sama sekali tidak mengantongi  IMB dan izin lingkungan,” kata Safrudin.

Penertiban itu, sambungnya, dalam rangka menjaga dan melestarikan kesatuan ekosistem alam yang ada. “Karena fungsi DAS itu sendiri merupakan satu kesatuan ekosistem besar yang mesti dikelola secara arif dan terpadu demi kepentingan bersama,” ucapnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Pagaralam, Imam Pasli SSTP MSi mengatakan, DAS merupakan ekosistem alam yang mesti dijaga keasriannya demi kepentingan bersama.

Selain itu, letak geografis Kota Pagaralam tepat berada di kaki Gunung Dempo, sering kali terjadi berbagai bencana alam yang dapat menimpa sewaktu-waktu, mulai dari banjir bandang, tanah longsor, bahkan letusan Gunung Api Dempo yang mengalirkan lahar dingin.

“Kalau terjadi bencana banjir bandang maupun letusan Gunung Api Dempo dengan mengeluarkan lahar dingin, pastinya keberadaan DAS inilah yang terlebih dahulu akan dihantam berikut keberadaan pemukiman warga  di sekitar DAS. Sebab itu, demi mempertimbangkan hal dimaksud, diharapkan kepada warga yang ada untuk tidak mengalihfungsikan DAS sebagai tempat pemukiman atau tempat usaha lainnya,” kata Imam.

Sebelumnya, Ratna, pengelola hotel mengakui bahwa pihaknya melakukan perluasan pembangunan yang ada berdasarkan IMB induk yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat beberapa waktu lalu.

“Adanya perluasan pembangunan hotel ini tidaklah merusak ekosistem yang ada, karena kita membangun tidak terlalu dekat dengan bibir jurang,” ujar Ratna singkat.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster