Akhir 2014 Seluruh Dosen Harus Tersertifikasi

 213 total views,  2 views today

PALEMBANG | KS-Akhir 2014 seluruh Dosen di Indonesia harus sudah tersertifikasi hal ini berdasarkan kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas para dosen. Demikian diungkapkan Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Baturaja (Unbara) dan juga Dosen Kopertis Wilayah II Palembang Prof. Dr. Hj. Isnawijayani, M.Si saat menyampaikan pemaparan pada workshop Penyusunan Jenjang Fungsional Akademik (JFA) di Universitas PGRI Palembang  kemarin (15/9).

Menurutnya, untuk mendidik generasi bangsa ini diperlukan dosen yang berkualitas untuk itu dengan adanya sertifikasi diharapkan para dosen tersebut bisa berguna bagi masyarakat dan bisa mengabdikan ilmunya.

Sementara itu, Nurjanah S.E.,M.M. Sebagai Kasubbag Kepegawaian Kopertis Wilayah II, mengatakan, Dosen ini sangat berperan dalam pencapaian cita-cita untuk memajukan universitas. Maka dari itu,  akan senatiasa meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan mutu pendidikan, sebagai sumbangsih  bagi Indonesia.

“Dosen sudah merasa bahwa meningkatkan kompetensi itu perlu dan bermanfaat. Tidak hanya untuk mereka sendiri, yakni peningkatan kesejahteraan tapi juga untuk institusi yang akan semakin diakui keberadaannya oleh lembaga internasional,” imbuhnya.

Selain itu, Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr.Syarwani Ahmad, M.M, mengatakan jabatan fungsional akademik dosen juga cukup banyak yang berhenti pada jenjang tertentu, bahkan ada yang belum memiliki. Karena itu, bersama Aptisi universitas PGRI, pihaknya melakukan akselerasi yang lebih terprogram untuk mengatasi ketertinggalan itu karena ini berimplikasi pada tri darma perguruan tinggi secara utuh.

“ Sertifikasi Dosen Pentingnya karena jabatan fungsional akademik ini berpengaruh pada proses sertifikasi dosen. Seorang dosen tidak akan bisa mengikuti sertifikasi jika tidak memiliki jabatan fungsional akademik,” katanya.

Selain itu, syarat sertifikasi, dosen harus berkualifikasi pendidikan minimal S-2. Karena itu, upaya sinergi itu disambut baik oleh Aptisi Universitas PGRI. Maksudnya, apa yang sulit dilakukan Kopertis tapi bisa dijangkau Aptisi, itu dapat diselesaikan.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster