Tugas Berat Rising Star SFC

 285 total views,  2 views today

 

PALEMBANG | KS-Tugas berat tengah menanti punggawa muda Sriwijaya FC (SFC). Tim yang baru saja memastikan juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 2013, kini akan dihadapkan pada ujian yang lebih dari sebelumnya.

Dianggap tengah onfire, beberapa amunisi Laskar Wong Kito muda langsung dipromosikan ke tim senior. Dan tak perlu menunggu lama, kemampuan mereka akan langsung dicoba saat SFC melawat ke markas Persiba Balikpapan, Stadion Persiba, Balikpapan, Minggu (15/9) besok.

Setidaknya, terdapat sepuluh pemain yang menjadi bagian dari tim juara diboyong guna menjalani laga ini. Vava Mario Yagalo, Dere Malman, Hapit Ibrahim, Ichsan Kurniawan, Alan Martha, Novri Setiawan, Teja Paku Alam, Makhrus Avif, Rifan Nahumarury dan Rizky Dwi Ramadhana.

Khusus empat nama terakhir, mungkin sudah lebih dulu terdaftar sebagai bagian dari tim senior. Hanya saja soal kesempatan bermain belum terlalu banyak dipercaya. Tercatat dari keempatnya, hanya nama Rizky dan Rifan yang telah mengecap caps di tim senior. Itupun dengan durasi yang tergolong minim.

Saat melawan Beruang Muda (julukan Persiba), kesempatan untuk dapat diberi porsi bermain lebih boleh jadi harapkan. Sebab, jika mengacu pada 18 pemain yang di boyong dalam lawatan tour Kalimantan Timur (Kaltim) hanya terdapat delapan pemain reguler saja.

Rivky Mokodompit, Lee Dong-Won, Diego Michiels, Ponaryo Astaman, Erick Weeks Lewis, Herman Dzumafo Epandi, Boakay Eddie Foday Foday dan Tantan yang semuanya besar kemungkinan akan turun sejak menit awal.

Dengan demikian, caretaker Subangkit sebagai juru taktik bakal memainkan minimal tiga pemain muda. Dilihat dari komposisinya Vava, Avif dan Ichsan menjadi tiga pemain terdepan yang dapat terpilih sebagai starter. Sebuah kemungkinan yang tak ditampik sang arsitek.

“Di posisi belakang kita hanya ada Lee dan Diego yang secara reguler sering dimainkan. Dan di posisi gelandang tengah kita butuh satu pemain untuk pendamping Ponaryo sebagai penyeimbang,” ungkap Subangkit.

Menurut Entrenador asal Pasuruan, meski materi pemain yang dimilikinya cukup rentan secara pengalaman, namun dia sama sekali tak ragu untuk mengandalkan siapapun. Dengan euforia juara yang masih menghinggapi benak para pemain, daya juang Vava Cs dapat saja memutar semua anggapan miring.

“Kita tidak perlu ragu menurunkan siapapun. Sebab, walaupun secara pengalaman sebagian pemain masih minim, namun dengan fisik prima dan mental yang tengah menebal membuat kita yakin semangat anak-anak dapat mengimbangi tuan rumah,” ujarnya.

Untuk komposisi yang ada saat ini, Subangkit menerangkan sudah menemukan taktik yang pas untuk dipakai. Dengan tetap menerapkan empat bek sejajar, dia akan lebih menumpuk gelandang dengan menempatkan satu penyerang tunggal.

Formasi ini dianggap cukup ideal, selain lebih seimbang juga dapat dengan cepat membangun serangan. Selain tentunya dapat dengan sigap ketika lawan melakukan counter attack. “Yang paling penting kita adalah keseimbangan sektor tengah untuk mempermudah transisi,” tukas pelatih berusia 53 tahun.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster