30 % Guru Madrasah Belum Sertifikasi

 310 total views,  2 views today

sertivkasiPALEMBANG | KS-Dari sekitar 1000 guru madrasyah di Kota Palembang, ada 30 persen atau sekitar 300 guru yang belum mengikuti sertifikasi. Penyebabnya menurut Kepala Sie Madrasah, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Palembang H Untung Gutmir, karena banyak guru yang belum menyelesaikan pendidikan strata satu (S1).

“Di Kota Palembang, ada sekitar 1000 guru yang mengajar di madrasyah. Saat ini, baru sekitar 700 guru saja yang sudah mengikuti sertifikasi sementara yang lain belum. Itu karena, kebanyakan mereka belum S1,” jelas Untung ketika dibincangi, Jumat (13/9) di ruang kerjanya.

Selain faktor pendidikan, banyak guru di madrasyah yang belum mengikuti sertifikasi tersebut juga disebabkan belum memenuhi persyaratan masa kerja minimal mengajar selama lima tahun.

Menurutnya, untuk proses sertifikasi yang dijalani guru madrasah tidak jauh berbeda dengan guru di sekolah umum. Hanya, pelaksanaan uji kompetensi awal (UKA) dan pendidikan dan pelatihan profesi guru (PLPG) dilaksanakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah, Palembang.

Namun, ini berbeda dengan pelaksanaan UKA dan PLPG guru pada sekolah umum yang dilaksanakan sepenuhnya oleh Universitas Sriwijaya (Unsri). Selain itu juga, untuk madrasah negeri proses sertifikasi diurus oleh satuan kerja (Satker) masing-masing.

“Jadi, madrasah negeri kegiatan sertifikasinya dilaksanakan oleh mereka sendiri. Sedangkan, Kemenag kota bertanggung jawab mengurus sertifikasi guru yang mengajar di madrasah swasta,” jelasnya.

Oleh sebab itulah pencairan dana sertifikasi untuk guru madrasah belum pernah terlambat. Sedangkan guru madrasah negeri, pencairan dilakukan per triwulan dengan jumlah sebanyak gaji pokok selama tiga bulan. Sedangkan guru madrasah swasta mendapatkan tunjangan per bulan sebesar Rp 1,5 juta yang dibayarkan per semester atau enam bulan.

Sementara itu, Kepala Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang, Ahmad Zainuri mengatakan hingga tahun 2013 ini sudah 44 guru dilingkungan MAN 3 Palembang, yang mengikuti sertifikasi. Rinciannya, 39 sudah selesai proses dan lima lainnya dalam proses tahun ini.

Menurutnya, memang diperlukan kesigapan pimpinan di sekolah sehingga guru tersebut dapat terakomodir untuk mengurus sertifikasi. Terlebih di madrasah negeri, proses sertifikasi sepenuhnya diurusi oleh Satker.

“Alhamdulillah, tidak pernah ada kendala berarti dalam proses sertifikasi disini. Seluruh proses memang kami yang mengurus dan pencairan yang dilakukan setiap tiga bulan sekali ini selalu berjalan dengan lancar,” tukasnya.

Teks     : Aminuddin

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster