Waspada, Puting Beliung Mengancam

 215 total views,  4 views today

puting-beliung

Ilst. Puting Beliung | Antaranews.com

PALEMBANG, KS-Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), nampaknya harus meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, saat ini memasuki musim pancaroba atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim penghujan.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, Indra Purna menyebut di pertengahan September di prediksi cuaca di Sumsel akan bervasriasi karena memasuki pancaroba.

“Namun di prakirakan kecepatan angin, akan lebih ekstrem yakni mencapai 40 knot per jam. Tingginya kecepatan angin ini, berpotensi menimbulkan angin puting beliung karenanya masyarakat kita minta waspada,” himbau Indra ketika dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (12/9).

Di Sumsel jelas Indra, ada beberapa kabupaten dan kota yang rawan terjadi angin puting beliung yakni di Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Lahat dan Empat Lawang. Sementara di Palembang, potensinya tidak begitu tinggi namun diharapkan warga tetap siaga dan waspada.

“Sementara untuk puncak musim penghujan, berada di November. Pengalaman kita selama tiga tahun terakhir, curah hujan pada bulan ini mencapai 600 milimeter per bulan. Dari situasi tahun-tahun lalu, kemungkinan kondisi ini akan terjadi pula pada November nanti,”ujarnya.

Memang kata Indra, saat ini masih musim kemarau. Namun hujan akan tetap turun, bahkan curahnya cukup tinggi seperti dalam dua hari terakhir.  Kondisi ini menurutnya, menyerupai pada kemarau tahun 2010 lalu. Saat itu, dalam musim kemarau potensi hujan cukup tinggi, begitupun dengan curah hujannya.

“Diperkirakan curah hujan tinggi yang akan terjadi lagi seperti berapa hari lalu, dari liputan awan masih akan terjadi satu hingga dua kali. Kondisi kemarau sekarang sama halnya waktu 201,  yang terus hujan,” jelas Indra.

Indra mengatakan, curah hujan yang terjadi berapa hari lalu mencapai 80 milimeter. Angka tersebut, tergolong tinggi karena bila sudah diatas 50 milimeter, maka kategorinya lebat. “Kami anjurkan agar terus waspada dalam kondisi ini, karena sewaktu-waktu akan terjadi hujan lebat kembali,”imbuhnya

Berdasarkan prediksi BMKG sambungnya, musim penghujan baru dimulai pada awal atau pertengahan Oktober mendatang. Saat ini curah hujan yang meningkat, disebabkan temperatur di wilayah Sumatera yang tinggi. “Pada Oktober nanti, curah hujan akan mencapai 150-200 milimeter per bulannya,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster