Sikap Kemenpora Kecewakan Denny Malik

 1,196 total views,  6 views today

Deni-malik--foto-istimewa-(2)

Deni Malik | net

PALEMBANG | KS-Koreografer kondang tanah air, Denny Malik yang berperan sebagai kreatif pembukaan (opening) dan penutupan (closing) Islamic Solidarity Games (ISG) III, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 22 September – 1 Oktober 2013 mendatang, merasa kecewa terhadap panitia pusat penyelenggara event.

Pasalnya, hingga perhelatan hanya menyisakan beberapa hari saja, belum juga memberi kepastian kapan Peraturan Presiden (Perpres) diturunkan. Dalam hal ini, Kemenpora yang bertanggung jawab, bagaimana Perpres sebagai payung hukum pengadaan barang properti dan perlengkapan pertandingan ISG harus segera ditanda tangani Presiden.

Sebab, tanpa Perpres ISG tak bisa digulirkan. Bagaimana tidak, event sebesar ISG yang diikuti 44 negara ini butuh dana besar untuk menyiapkan segala sesuatunya dan perlu ikatan kontrak kerja terhadap elemen-elemen yang terlibat dalam penyelenggaraannya.

Denny mengaku, sudah empat hari ini, terhitung Sabtu (7/9) lalu untuk biaya operasional 500 penari yang terdiri dari anak Sekolah Menengah Atas (SMA) semua ditanggungnya sendiri. Mulai biaya transportasi dan sebagainya. Untuk penginapan hotel dan tiket pesawatnya pun menggunakan dana pribadi.

“Sekarang dana saya sudah tidak bisa lagi untuk menutupi semua  ini. Saya tidak mengerti kenapa Presiden dan Kemenpora belum juga mengeluarkan Perpres hingga saat ini. Padahal acara ini sudah mepet tapi belum juga ada kepastian. Kalau seperti ini, saya tidak sanggup lagi untuk meneruskan tugas saya,” kata Denny Malik ketika dihubungi, Kamis (12/9) kemarin.

Dikatakan Denny, jika belum juga ada kepastian dari pusat, maka dia akan segera bertolak pulang ke Jakarta tanpa menunggu waktu laa. “Kalau besok (hari ini-red) belum juga ada kepastian, maka saya akan ‘cabut’ dari Palembang,” terangnya.

Meski begitu, Denny berujar tetap tak akan gegabah dan melihat bagaimana perkembangan dua hari ini (Kamis-Jum’at)  dan  menunggu putusan dari Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Daerah, Mudai Madang.

“Saya menunggu instruksi dari pak Muddai sebagai ketua KONI Sumsel dan ketua Panpel daerah. Kalau beliau itu orangnya komitmen dan bertanggung jawab. Masalahnya ini di Kemenpora,” tandasnya.
TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster