Jakabaring Steril dari PKL

 348 total views,  2 views today

jakabaring

Ilst. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring

PALEMBANG, KS-Kawasan Jakabaring, yang pusat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG), akan di sterilkan dari pedagang kaki lima (PKL). Untuk membebaskan kawasan itu dari PKL, sejak Juli lalu Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang mempergencar penertiban terhadap PKL.

“Sejak Juli lalu, kami fokus menertibkan PKL di sepanjang Jalan Gubernur HA Bastari mulai dari simpang mpat Jakabaring sampai dengan bundaran. Kawasan itu, harus steril dari PKL,” kata Kepala Sat Pol PP Kota Palembang, M Sabar.

Namun jelasnya, PKL tetap boleh berdagang di kawasan tersebut mulai pukul 15.00 WIB. Lokasinya pun sudah ditentukan yakni di sepanjang Jalan Prameswara atau di kawasan Dekranasda. Aturan ini tegasnya, sudah dituangkan dalam peraturan wali kota (perwali).

“Mereka tidak bisa berdagang sembarangan, PKL yang berdagang di depan Dekranasda harus memiliki izin. Kalau tidak memiliki izin, tidak diperbolehkan bedagang disana,” ucapnya saat dibincangi, Kamis (12/9) di Balai Kota Palembang.

Sementara untuk kawasan Seberang Ilir, Sat Pol PP menurutnya, telah menyelesaikan penertiban. Sejumlah kawasan yang di tertibkan diantaranya kawasan Pasar Cinde, Jalan Jend Sudirman, Kolonel Atmo, Abi Hasan, Rustam Ependi, Tengkuruk Permai, Beringin Jangggut, dan Lorong Basah.

“Untuk PKL di kawasan Pasar 16 Ilir, juga masih mendapatkan toleransi sama seperti PKL di Jakabaring. Mereka masih boleh berdagang, selama lokasi berdagang dan jam berdagang sesuai dengan perwali yaitu diatas pukul 15.00 WIB,” ungkapnya.

“Namun nantinya perwali  yang mengizinkan PKL berdagang di Pasar 16 Ilir, di atas pukul 15.00 WIB  akan segera diusulkan agar dicabut. Karena saat ini PKL, semakin menjamur dan sulit di tertibkan dengan alasan perwali tersebut,”sambungnya.

Sabar mengaku, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang belum bisa menyediakan tempat untuk berdagang bagi PKL yang terkena penertiban. Karena itu, mereka masih diperbolehkan berdagang di atas pukul 15.00 WIB.

“Selama kita belum mendapatkan tempat yang tepat, untuk mereka berdagang maka tetap kita izinkan PKL berdagang mulai pukul 15.00 WIB. Namun jika nanti sudah ada tempat, tidak ada toleransi lagi bagi PKL,” tukasnya.

Namun pantauan Kabar Sumatera sendiri, banyak PKL yang tidak menaati aturan itu. PKL masih sering menggelar lapak dagangannya di luar ketentuan perwali, bahkan mereka rela kucing-kucingan dengan Sat Pol PP.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster