BCA Alami Pertumbuhan DPK

 253 total views,  2 views today

bcaPALEMBANG | KS –Walaupun suku bunga naik, bak bola pimpong, Bank Central Asia (BCA) Palembang cabang utama mengalami Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan non perfoming loan (NPL) atau kredit bermasalah di bawah 1 persen  atau kisaran 0,7 persen.

Fatmahadi Kumala, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA  Palembang mengatakan,  optimistis perkembangan BCA di Palembang  mengalami pertumbuhan, baik itu  dana pihak ketiga (DPK) dan kredit “ Dimana BCA sendiri menyerap transaksi perbankan di daerah ini dengan mengandalkan keunggulan sebagai bank transaksi paling berpengalaman,” ungkapnya kemarin (12/9) .

Fatma mengatakan bisnis yang menjadi fokus perusahaan di Palembang sampai saat ini masih bergerak di bank transaksi. Untuk mendukung fokus bisnis itu, BCA tetap mengandalkan fitur dan kualitas layanan.“Kekuatan kami ada di transaksional bank dan hal ini menjadi fokus bisnis kami,” jelasnya.

Dia mengatakan pertumbuhan bisnis BCA di Palembang dan Sumsel termasuk tertinggi secara nasional yang selalu melebihi rata-rata pertumbuhan cabang BCA. Penghimpunan DPK dan penyaluran kredit  terbilang cukup tinggi realisasinya.

Menurutnya,  kinerja BCA Palembang berpotensi tumbuh lebih besar lagi karena dari segi market share tergolong masih rendah di industri perbankan Palembang.

Market share kami baru sekitar 1% di kalangan perbankan Palembang.  Jadi kami masih bisa menggenjot lagi pertumbuhan kinerja kami,” paparnya.

BCA Palembang memiliki 170 unit ATM hingga 2012 lalu. Selama 4 tahun terakhir, perseroan juga sudah membuka tujuh kantor cabang.

Dia melanjutkan terkait penyaluran kredit, sektor pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) juga menjadi andalan BCA.

Dia mengatakan untuk KPR saja sudah berkontribusi 25% terhadap penyaluran kredit. Perusahaan sendiri menargetkan penyaluran KPR  tumbuh dua kali lipat pada tahun ini.

Adapun dari sisi non perfoming loan (NPL) atau kredit bermasalah, dia mengklaim, posisinya tergolong aman karena di bawah 1 persen. Yaitu berkisaran 0,7 Persen” dimana kami sangat selektif dalam pemberian kredit kepada konsumen kita,” ungkapnya.

“Kami memang tidak terjun langsung ke sektor komoditas karena kami bergerak ke pengusaha yang menunjang sektor tersebut,” Tutupnya

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster