Usai Kebakaran, PT Hoktong Tidak Beroperasi

 1,589 total views,  7 views today

hl-jeruji

Kebakaran Di PT Hoktong | Bagus KS

PALEMBANG, KS – Usai kebakaran hebat yang melalap pabrik pengolahan karet (crumb rubber) milik PT Hok Tong di Jalan PTA II Kelurahan Kramasan, Kecamatan Kertapati Palembang, Selasa (10/9),  membuat puluhan karyawan terlantar.

Saking besarnya api yang meluluh lantahkan gudang penyimpanan karet kering ini. Nampak dari pantauan dilapangan terlihat petugas pemadam kebakaran masih memadamkan sisa-sisa api, Rabu (11/9) pagi.

Yusuf (18), salah satu karyawan PT Hoktong mengatakan, untuk aktivitas pabrik saat ini diliburkan sementara. “Kurang tahu sampai kapan liburnya, tadi diberitahu atasan,” kata yusuf.

Tambahnya, karyawan masuk hari ini hanya diperintahan untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran. “Walaupun tidak ada aktivitas pabrik seperti biasa, tetapi kami ditugaskan untuk membantu membersihkn pabrik,” tutur yusuf yang baru sekitar tiga bulan bekerja di PT Hoktong.

Diarea pabrik sendiri masih terlihat warga yang berhenti didepaan pabrik untuk melihat bangunan tempat penjemuran karet kering milik PT Hoktong. “Kemarin saya lihat dari kejahuan asapnya sangat besar, karena penasaran kebetulan lewat sini jadi saya langsaung lihat saaja,” kata Robet (34), yang merupakan warga Kecamatan Sako ini.

Dengan tidak dioperasikannya pabrik karet PT Hoktong sendiri, pengiriman getah karetpun dialihkan ke kawasan Pegayut. Sebab, menurutnya untuk sementara pengoperasian berada di tempat tersebut.

Kebakaran besar itu sendiri terjadi Selasa (10/9), sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga berasal dari lantai empat gedung pabrik berlantai lima tersebut. lantai empat tersebut merupakan salah satu tempat pengeringan karet. Masing-masing lantai memiliki 22 kamar pengeringan dimana tiap  kamar berisi 100-200 ton karet.

Kebakaran yang disertai ledakan membuat panik sejumlah karyawan. Warga sekitar juga panik karena khawatir api merembet ke pemukiman mereka. Bangunan yang dijadikan tempat penyimpanan karet kering tersebut ludes terbakar.

Alat pemadam otomatis milik pabrik, tidak mampu memadamkan api yang membakar gudang. Akibatnya, tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan dari dalam pabrik. Sebanyak 26 mobil pemadam kebakaran dikerahkan, namun ribuan ton karet yang mudah terbakar membuat api sulit dipadamkan.

Api sendiri diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik dari alat pengering karet di dalam gudang. Api padam setelah lebih dari dua jam pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sementara kegiatan pabrik dihentikan hingga kondisi aman kembali.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster