Jalur Pipanisasi dan Transfer Crude Oil Segera Dibangun

 757 total views,  2 views today

kilang

Ilst.

PALEMBANG KS-Rencana pihak PT Pertamina (Persero)  bekerjasama dengan PT Indo Arta Tunai, untuk membangun jalur pipanisasi dan jalur Inspeksi pengiriman (Transfer Crude Oil) dari Selat Bangka Tanjung Katima Bangka menuju Plaju Sungai Gerong, akan segera dibangun.

Manager Eksekution Pertamina RU III Plaju Hidayat Turahim mengatakan,  untuk pembebasan lahan pembangunan jalur pipanisasi dan  Inspeksi pengiriman minyak nanti akan memakan lahan seluas 100 sampai 150 hektare.

Luas lahan pipanisasi tersebut seluas 20 meter persegi tepat berada di jalur tersebut, Sementara, untuk yang  jalur inspeksi hanya  6 meter  dengan pipa setengah meter hingga 2 meter kemudian, akan dibangun pula sebanyak 4 tangki berukuran 100 meter persegi.

Dikatakannya, keduanya merupakan jalur alternatif  alur sungai  dangkal, sehingga penyaluran Crude Oil dari Selat Bangka di Tanjung Katima Bongka menuju  ke Pertamina  Plaju Sungai Gerong nanti kedepan menggunakan pipanisasi.

“Selama ini kita menggunakan kapal, tapi nanti sudah menggunakan pipanisasi yang lebih efesien  dan juga fleksibilitas dalam menjamin suplay untuk area Sumbagsel, “ungkapnya.

Disinggung, untuk Crude Oil, saat ini masih beroperasi 85 hingga 90 ribu dan sebagiannya melalui pipa di Prabumulih dan Jambi selebihnya nanti melalui pipa yang akan dibangun nanti.

Selama ini lanjutnya, untuk pengiriman minyak pihaknya menggunakan kapal kecil di atas alur sungai dangkal yang terbatas. “Maka dari itu nanti pengiriman minyak itu sudah menggunakan pengiriman (transfer Crude Oil) dari Selat bangka di Tanjung Katima Bongko ke Plaju Sungai Gerong, ” paparnya pada  saat rapat membahas dukungan pemerintah Pemprov  Sumsel atas rencana pembangunan jalur pipanisasi dan jalan inspeksi di ruang rapat Bina Praja,  Rabu (11/9).

Sementara Kepala Bappeda Banyuasin  Ali Imron Amin menambahkan, bahwa Pemkab Banyuasin sangat merespon pembangunan pipanisasi tersebut sekaligus juga menjadi mitra Pertamina yang sudah percaya dengan PT Indo Arta Tunai salah satu investor  membangun pipa tersebut.

Jika ini terealisasi katanya, maka dipastikan berdampak pada perekonomian masyarakat meskipun jaraknya  hanya 20 meter  kiri dan kanan. Karena pembangunan tersebut langsung bersentuhan dengan masyarakat, mengingat di sekitar lokasi banyak permukiman warga.

“Yang pasti sebelum pipanisasi itu dibangun, kita harus memikirkan beberapa faktor karena disana nanti ada permukinan, ” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sumsel  Eddy Hermanto menegaskan, Pemprov sangat mendukung pembangunan jalur pipa tersebut. Karena pengangkutan menggunakan kapal tidak efektif lagi.

”Kita sangat mendukung, soalnya izin termasuk pembebasan lahan akan kita rapatkan lagi, karena ini baru rapat pertama,” terangnya.

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster