Diancam Akan Ditembak, Kuli Bangunan Tinggalkan Proyek

 336 total views,  2 views today

tembak

Lahat I KS-Karena diancam akan ditembak oleh pengawasnya bernama Irawan, seorang kuli bangunan Masroni (35), lari meninggalkan pekerjaannya disebuah proyek perumahan Anglo Eastern Plantation Group yang berlokasi diperkebunan sawit Desa Padang Klotok Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang.

Warga RW 1 RT 2, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat ini mengaku akan ditembak oleh Irawan pada hari Sabtu tanggal 7 Sepetember lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Hal ini lantaran korban Roni meminta izin mau pulang kekampung halamannya di Kota Lahat.

“Waktu itu hari Sabtu (7/9), lalu, saya mendapat pesan dari rekan kerja saya bernama Hamdani, bahwa saya disuruh ke Lahat dulu guna mencari dana untuk membayar gaji kuli pembantu kami. Nah mendengar saya akan pergi ke Lahat itu, pengawas bernama Irawan langsung berkata. Jangan pergi, kalau kamu pergi akan saya tembak kamu nanti, saksinya waktu itu banyak,” kenang Roni saat dibincangi Kabar Sumatera, Rabu (11/9), dikediaman rekan kerjanya bernama Hamdani.

Dikatakan Roni, tujuan kepergiannya pamit akan ke Lahat itu lantaran dirinya dan Hamdani hendak mencari hutangan dana guna membayar beberapa kenek (Kuli Pembantunya). Sebab menururtnya, walaupun sudah ada perjanjian dengan pihak kontraktor bahwa mereka akan diberikan gaji per 20 hari sekali, namun setelah tiba waktu yang disepakati pihak kontraktor (Harahap, diduga seorang oknum polisi yang bertugas di Polsek Lintang Kanan Resor Empat Lawang) itu tidak mau membayarnya.

 

“Sedangkan pekerjaaan kami sudah mencapai 50 persen, dan dari upah yang dijanjikan sebesar 90 juta itu baru kami ambil secara keseluruhannya cuma 40 juta, jadi kan masih ada sisa upah kami yang harus dibayarnya,” terang Roni.

Ditanya tentang kepemilikan senjata yang akan digunakan oleh Irawan untuk mengancam akan menembak, Roni membenarkan hal tersebut. Kendati belum ditodongkan kearahnya, namun Roni beserta rekan rekan yang lain sering melihat adanya pistol dipinggang Irawan.

“Memang Irawan itu cuma pengawas diproyek itu pak, dan kontraktornya pak Harahap. tapi si Irawan itu punya pistol kok. Entah darimana dia dapatkan senjata itu, kami tidak tahu menahu. Pokoknya, walaupun harus diberi upah berapa pun saya tidak sanggup lagi kerja disana pak, kami ini orang kecil pak, dan saya kerja disana mau mencari rezeki bukan mencari urusan ,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, terhitung sejak Senin (9/9) lalu, hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor bernama Harahap saat dihubungi via sms tidak memberikan balasan, dan ditelepon tidak mau menjawab.

Kapolres Empat Lawang AKBP Dwi Santoso saat di konfirmasi melalui pesan singkat tentang indikasi adanya oknum anggota Polres Empat Lawang yang main proyek, serta indikasi kepemilikan pistol oleh oknum sipil diwilayah hukumnya, Dwi Santoso malah menyarankan agar pihak media menemui dirinya dikantor.

 Teks : Jumra Zefri

Editor : Junaedi abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster