Amzulian : Kualitas Pendidik Penentu Keberhasilan Siswa

 272 total views,  2 views today

AMZULIAN

Prof. Amzulian Rifai, SH.LLM.Ph.D

PALEMBANG | KS-Secara konvensional terdapat kecenderungan bahwa upaya peningkatan mutu guru selalu dikaitkan dengan ketersediaan sarana dan prasana pendidikan yang memadai, serta kompetensi guru. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya betul.

Prof. Amzulian Rifai, SH.LLM.Ph.D Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwijaya (Unsri) mengatakan, perbaikan utama dalam sistem pendidikan di Indonesia harusnya terletak pada kualitas pendidik. Para guru dipandang sebagai ujung tombak permasalahan pendidikan bangsa karena proses pendidikan merupakan interaksi antarmanusia. Menurutnya, kemampuan para guru menjadi penentu keberhasilan siswa didiknya.

“Soal pendidikan itu, ujung tombaknya ada pada guru. Kalau kita perhatikan kualitas, distribusi dan kesejahteraan guru, sebagian besar guru di Sumsel sudah bermutu dalam mendidik anak bangsa ini,” kata Amzulian saat menyampaikan seminar yang bertema “Strategi Peningkatan Mutu Guru di Sumatera Selatan” yang diadakan Dewan Pendidikan Sumsel, di Hotel Sintesa Peninsula, Palembang, Rabu (11/9).

Amzulian menegaskan, perlu pemikiran serius untuk mengoptimasi kualitas para guru. Selain dengan memberikan uji kompetensi, pelatihan dan pemetaan guru, apresiasi khusus terhadap para guru juga dianggap penting.

“ Masyarakat Indonesia, sampai hari ini masih belum mengapresiasi guru dengan baik. Padahal, apresiasi ini bukan soal tunjangan atau gaji saja, tetapi apresiasi terhadap komponen pengembangan guru. Dengan kita mengapresiasi guru, itu berarti juga kita mengapresiasi masa depan bangsa,” ucapnya.

sedangkan Prof. Dr. Jalaluddin selaku ketua Majelis Pertimbangan Akademik IAIN Raden Fatah Palembang, pembelajaran pendidikan di Indonesia masih bermasalah. Dalam pendidikan dasar misalnya, materi pendidikan yang disampaikan oleh guru masih belum berkomponen, hal ini menjadikan anak-anak Indonesia sebagai anak perpindahan . Efeknya, materi yang disampaikan nyaris seragam dan menjenuhkan.

“Yang sering terlewatkan dalam proses belajar di sekolah yang masih keliru. Ingat, Sumatera Selatan itu luas, tidak semua masyarakatnya perpindahan, jadi sistem pendidikan itu kita harus bisa mengarahkan mereka sesuai dengan daerahnya,” katanya.

Dalam pembelajaran, lanjut Jalaludin, guru harus dapat menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang kreatif dan berbeda, menyesuaikan dengan ragam anak sesuai daerahnya masing-masing.

“Karenanya, guru berkualitas itu dapat mengatur pengembangan belajar siswa didiknya, bahkan akan dapat menanamkan nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan yang sentralistik, itu bisa saja terjadi jika gurunya berkualitas,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN

Editor : Romi Maradona





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster