706 K2 Masuk Nominatif Peserta Tes CPNS

 149 total views,  2 views today

cpns

INDERALAYA|KS-Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD), Kabupaten Ogan Ilir mencatat, ada sebanyak 706 honor kategori dua (K2) yang masuk dalam daftar nominasi peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan dilangsungkan pada 3 November mendatang.

Pengambilan kartu daftar peserta dapat diambil di BKD Ogan Ilir mulai 21 hingga 25 Oktober mendatang.

“706 honor itu berasal dari honor K2 dan ada juga dari peralihan honor kategori satu (K1) sekitar 166 orang. Mereka akan melaksanakan uji tes dulu sebelum diputuskan menjadi CPNS. Jadi, belum tentu mereka lulus. Semua tergantung kemampuan masing-masing,”kata Kepala Bidang Formasi dan Mutasi, Fatoni, Rabu (11/9), kemarin.

Menurutnya, ratusan honor tersebut telah masuk ke dalam daftar BKN pusat, setelah sebelumnya BKD Ogan Ilir telah melengkapi beberapa persyaratan yang diminta BKN pusat.

Rata-rata para honor yang masuk dalam nominasi peserta tes CPNS, masih kata dia, lebih didominasi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan, disusul oleh tenaga penyuluh pertanian dan teknis lainnya.

“Mereka (honor K2) telah dilisting masuk sebagai peserta tes CPNS dan pelaksanaan CPNS akan dilakukan bersamaan dengan tes CPNS untuk jalur umum dengan system Lembar Jawaban Komputer (LJK),” tuturnya.

Dirinya berharap para honor yang menjadi peserta tes CPNS dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk terus belajar sehingga pada saatnya nanti dapat menjawab lembar soal dengan baik.

Ia menambahkan khusus mengenai adanya satu orang honor K2 di Dinas PU Bina Marga Ogan Ilir yang memiliki nama ganda, namun berbeda gelar, sampai saat ini pihaknya masih akan melakukan kroscek kebenaran informasi tersebut.

“Jika memang benar honor K1 yang dialihkan ke K2 bernama Eli Misniati memiliki data gandam namun gelar berbeda, kami tentunya akan mendalami dulu dugaan nama ganda itu. Jika memang benar, kami akan coret satu nama,”tuturnya.

Kepala BKD Ogan Ilir, H Darjis menambahkan, permasalahan nama ganda yang dimiliki satu orang tidak akan terjadi. Sebab, awal pengajuan berkas para honor tidak mungkin mengajukan dua kali dan berlainan gelar.

“Kami akan selidiki dahulu adanya informasi itu. Jika memang benar, maka akan kami coret satu nama itu,” terang Darjis.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster