Menggugat Mobil Mewah Isteri Pejabat

 338 total views,  2 views today

PALEMBANG KS – Sebuah pepatah mengatakan, wanita sangat dekat dengan materi. Kecintaannya terhadap barang mewah menurut sejumlah sumber, wanita memang agak sedikit lebih dari kaum laki-laki. Wajar saja jika kemudian Darma Wanita Kota Palembang, mengusulkan pengadaan tiga unit mobil mewah Toyota Camry. Hal itu terungkap dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2013 Kota Palembang. Tapi apa boleh dikata, usulan itu kontan saja mendapat protes keras dari Chairil Malik, Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang.

Protes ini disampaikan Chalik dalam rapat paripurna pengesahan APBD Perubahan, kemarin, Selasa (10/9). “Pada kesempatan ini saya ingin mempertanyakan dana Rp 1,5 miliar, yang dianggarkan oleh Biro Aset untuk pembelian 3 unit mobil mewah Toyota Camry. Menurut saya, mobil yang diusulkan terlalu mewah dan jumlah yang diusulkan juga kebayakan,” ujar Chairil.

Chairil menegaskan, anggaran yang dibahas saat itu adalah APBD Perubahan yang dananya terbatas dan hanya diperuntukkan untuk kegiatan yang sifatnya mendesak. “Saya rasa pembelian mobil tersebut tidak begitu mendesak. Menurut saya untuk Darma Wanita saya tidak perlu pakai Toyota Camry. Tetapi mobil Kijang Inova saja sudah sangat mewah dan jumlahnya tidak perlu sampai tiga tetapi cukup satu unit,” ujarnya.

Sebagaimana dilansir di sejumlah situs Toyota, sampai Bulan September ini harga Toyota Camry 2.5 G A/T Matic Rp. 493 juta. Sementara Toyota Camry 2.5 V A/T Matic Rp. 520 juta. Dan jenis Toyota Camry 2.5 L A/T Matic Hybrid Rp 655 juta lebih. Jika Darma Wanita Palembang membutuhkan 3 unit dengan sampel harga yang terendah di Bulan September 2013 Rp 520 juta x 3, berarti APBD Kota Palembang akan tersedot sekitar Rp.1.060.000.000.

Pada kesempatan yang sama, Chairil  juga mempertanyakan soal rehap kantor dinas PU Cipta Karya (CK) dan rumah dinas Wali Kota yang ditangani PU Cipta Karya. “Sebab sampai saat ini dua kegiatan yang menyedot dana masing-masing sekitar Rp 2,5 miliar Rp 2,8 miliar tersebut belum mempunyai perencanaan dan berkas-berkas yang lengkap. Apa yang dilakukan PU CK tersebut, telah menyalahi aturan yang berlaku,” tegasnya.

 

Mengaku Tidak Tahu

Chairil menjelaskan, dalam PP No 58 sudah jelas, sebelum melakukan pembangunan harus mempunyai perencanaan dan berkas yang lengkap. Menurutnya semua persoalan ini telah disampaikannya dalam rapat komisi, namun dia tidak mengetahui mengapa usulan yang menurutnya banyak persoalan tersebut bisa lolos. “Saya tidak tahu mengapa usulan ini bisa gol. Saya hanya berharap pihak terkait tidak merealisasikannya, mengingat masih banyak kegiatan lain yang berhubugan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan tambahan anggaran,” ungkapnya.

Pernyataan calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan I, ini sempat mebuat rapat paripurna menjadi heboh. Suasana kembali tenang saat Sekretaris Komisi III, M Adansyah mencoba meredam suasana. “Yang disampaikan Chairil Malik itu sebatas masukan,” ujarnya.

Menangagpi hal itu Wali Kota Palembang, H Romi Herton yang ditemui usai paripurna mengatakan, untuk masalah rehap kantor Wali Kota dan rumah dinas Wali Kota yang berkasnya belum lengkap, akan segera dilengkapi. “Kitakan hanya mengusulkan ke legislatif, tentu akan ada perbaikan dan ada yang kurang. Nah, untuk hal-hal yang masih kurang ini nanti akan kita tambah,” ujarnya.

Tentang usulan 3 unit mobil Toyota Camry, Romi mengatakan akan mendiskusikannya dengan baik. “Mengenai mobil Camry nanti akan kita komunikasikan dengan bagus. Masak ibu wako, satu mobil dengan ibu sekda atau ibu wali. Kalau boleh pakai inova nanti akan kita beli inova,” katanya.**

 

TEKS : ALAM TRIE MARSATA PUTRA

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster