Butuh Uang, Pengantin Baru Nekat Menjambret

 318 total views,  2 views today

kabar-sumatera-03

PALEMBANG, KS – Baru satu minggu menikah Hendrawan (26), warga Jalan Sungai Lais, RT 29 harus menginap dibalik jeruji penjara Mapolsekta Kalidoni Palembang, Senin (9/9).

Hendra tidak bisa menikmati hari-harinya bersama istrinya, lantaran ulahnya yang melakukan aksi kejahatan jalanan (Jambret) dikawasan depan PT.pusri. Selain harus menginap dibalik penjara, Hendra harus merasakan rasa sakit disekujur tubuhnya, akibat dihajar massa.

Tertangkapnya Hendra, berawal dari aksinya yang menjambret Heni (34), warga Lemabang sekitar pukul 12.30 WIB,  entah setan apa yang ada dipikiran pelaku, ia langsung mengambil tas korban yang sedang disandang.

Namun sial, saat akan mencoba kabur terjadi aksi saling tarik-menarik antara pelaku dan korban. Tak ayal keduanya langsung terjatuh, tak mau dirinya tertangkap, pelaku mengambil motornya dan langsung tancap gas, tetapi aksi pelaku gagal, pelaku kembali terjatuh didepan PT Pusri.

Warga yang menyaksikan pristiwa tersebut, langsung meringkus pelaku, warga yang sudah geram langsung melayangkan bogem mentahnya ke pelaku. Beruntung saat kejadian ada petugas kepolisiaan yang melintas dan berhasil mengamankan pelaku, beserta barang bukti pelaku digiring ke Mapolsekta Kalidoni Palembang.

Diakui Hendra, ia nekat menjambret karena butuh uang untuk membeli buku yasin mertuanya yang sudah meninggal. “Saya sudah tidak punya uang, sedangkan keluarga istri saya meminta uang sumbangan Rp 500 ribu, untuk membeli buku yasin,”ungkap pria yang pernah masuk penjara tahun 2009 yang lalu.

Lanjut Hendra, ia sebelumnya bekerja sebagai ofifce boy diperusahaan asuransi disalah satu kota Palembang, namun belakangan ia tidak lagi bekerja disana lantaran sudah dipecat. “Pihak perusahan tidak peduli, karena saya tidak masuk bekerjaa selama tiga hari waktu saya menikah,”jelas Hendra sambil menyesali perbuatannya.

Kapolsekta Kalidoni Palembang, AKP Tri Sumarsi saat ditemui di Mapolsekta mengatakan pelaku dan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Vario yang bernopol BG 6409 ZR sudah diamankan. “Pelaku dikenakaan pasal 365 pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korbannya terluka, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun Penjara,”pungkas Tri.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster