Waspadai Musim Pancaroba

 407 total views,  2 views today

PANCAROBA

Ilst.

PALEMBANG, KS-Masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel) dihimbau, untuk mewaspadai musim pancaroba atau peralihan musim seperti saat ini. Karena di musim seperti saat ini, berbagai penyakit rentan menyerang masyarakat.

Dalam satu minggu terakhir menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, dr Hj Fenty, cuaca di Sumsel tak menentu kadang hujan turun deras namun tiba-tiba menjadi panas. Kondisi seperti ini menurut Fenty, sangat rentan terjadinya wabah penyakit inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan diare.

Tidak hanya kedua penyakit itu, di musim pancaroba saat ini juga rentan mewabahnya demam berdarah dengue (DBD). Sebab hujan yang turun, dan mengenangi tempat-tempat yang bisa menampung air bisa menyebabkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

“Nyamuk aedes aegypti sendiri, adalah nyamuk yang menyebarkan penyakit DBD melalui gigitannya. Nyamuk tersebut berasal dari telur, selanjutnya menjadi lavra barulah utuh menjadi nyamuk dewasa,”jelas Fenty.

“Karenanya kita himbau masyarakat, untuk  menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Sebab penyakit itu, bisa timbul baik melalui udara maupun air,” sambungnya ketika dibincangi, Senin (9/9) di Griya Agung.

Memang kata Fenty, sampai saat ini belum ada laporan adan peningkatan jumlah pasien diare maupun ISPA di rumah sakit (RS) maupun puskesmas yang ada di Sumsel. “Memang penyakit ISPA dan diare saat ini belum ada peningkatan, tapi diharapkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya di saat musim penghujan, ” bebernya.

Namun Dinkes sebutnya, tetap mewaspadai itu. Sebagai bentuk antisipas, masyarakat dihimbau untuk  tetap menjaga lingkungannya tetap bersih dan menjaga kesehatannya. Selain itu, Dinkes juga sudah menyiapkan obat-obatan. “Obat-obatan itu, akan kita drop ke daerah apabila ditemukan adanya peningkatan penyakit ISPA, diare termasuk DBD di kabupaten dan kota di Sumsel,” tukasnya.

Sebagai informasi, Sumsel termasuk provinsi di Indonesia yang menjadi wilayah endemik DBD. Hal ini disebabkan, setiap tahun selalu terjadi wabah DBD yang menyerang sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel. Itu disebabkan, wilayah Sumsel yang umumnya dataran rendah sehingga mudah tergenangi air.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster