Polda Sumsel Periksa Mantan Sekda Palembang

 574 total views,  2 views today

husni-thamrin

Husni Thamrin

PALEMBANG, KS – Mantan Calon Wakil Walikota (Cawako), Kota Palembang Husni Thamrin, kemarin pagi diperiksa oleh penyidik Unit Harda Subdit II, Ditreskrimum Polda Sumsel.

Pemeriksaan tersebut sebagai saksi terkait laporan Ketua Mularis Djahri Center (MDC) Zakaria Abas ke Siaga SPKT Polda Sumsel pada 26 Juli 2013 lalu terkait dugaan pengelapan uang sebesar Rp 1.70.000.000.000 milik pasangan Calon Walikotanya Mularis Djahri.

Tanpa sepengetahuan wartawan media cetak dan elektronik yang sudah lama menunggu di samping kantor Ditreskrimun Polda Sumsel, terlapor masuk ke ruang Unit Harda dan diperiksa sekitar dua jam.

Setelah itu tanpa sepengetahuan wartawan kembali, yang bersangkutan sudah meninggalkan ruang riksa Ditreskrimum Polda Sumsel diduga melalui pintu belakang.

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Nurhadi membenarkan bahwa Husni sedang diperiksa penyidiknya.

”Ya baru sebatas saksi. Nantilah, kalau sudah jelas dan mengerucut baru enak dijelaskan. Silakan tanyakan kepada pak Dir (Ditreskrimum) Polda Sumsel saja untuk lebih jelasnya jangan saya,” ungkap Nurhadi, kemarin.

Namun sayang ketika wartawan mencegat Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Edhy Musthopa, yang bersangkutan langsung buru-buru naik ke mobilnya sambil mengatakan, ia mau buru-buru ada rapat Islamic Solidarity Games (ISG).

”Sekarang ini yang lebih penting menyukseskan ISG,”ungkap Perwira melati tiga yang baru beberapa bulan menjabat di Polda Sumsel itu.

Terpisah, Ketua MD Center, Zakaria Abas berharap penyidik yang menangani kasus ini dapat benar-benar serius dan membuka semua kasus ini sejelas-jelasnya serta tidak ada tedensi lain.

”Kita datang ke gedung Ditreskrimum Polda Sumsel ini, selain ada yang diperiksa sebagai saksi pelapor dan kami juga ingin melihat langsung apakah benar terlapor (Husini Thamrin) sedang diperiksa juga penyidik Polda Sumsel. Setelah kami cek, ternyata benar ada, sedang diperiksa di ruang lantai satu Unit Harda,” ungkap Zakaria di Mapolda Sumsel,kemarin.

Hanya sekedar mengigatkan, kata Zakari, pihaknya terpaksa melaporkan Husni Thamrin ke SPKT Polda Sumsel dengan nomor LPB/469/VII/2013/SPKT Polda Sumsel, karena yang bersangkutan tak mau mengembalikan mobil milik klien kami jenis Alparhd serta uang yang harusnya digunakan untuk kampanye pasangan Mularis Djahri dan Husni Tahmarin waktu itu, malah tidak jelas pengunaanya atau pertanggungjawabanya.

”Total semua uang sudah disetorkan kepada yang bersangkutan sebesar Rp 1.70.000.000.000,” paparnya.

Adapun bukti yang dimiliki pihaknya, pertama, bukti cek yang telah dicairkanya, Rp 320 juta, cek Rp 100 juta, cek Rp 150 juta yang telah dicairkan anaknya dan orang Husni.

”Saksi-saksi dari tim pemenang MD Center yang merasa tidak pernah menerima uang untuk kampanye itu. Untuk mobil, dia (Husni Thamrin) tidak mau mengembalikan, karena katanya sudah memintanya sama Mularis,padahal waktu itu sifatnya hanya pinjam saja, bukan memberi. Semua bukti-bukti itu sudah kami serahkan semua ke penyidik Polda Sumsel yang menangani kasus ini,” pungkasnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster