Klaim Sumur Tua Berpotensi Kisruh

9 total views, 3 views today

dumur-minyak

MUSI BANYUASIN | KS-Potensi kisruh antara masyarakat Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman  Musi Banyuasin  yang manfaatkan sumur-sumur tua peninggalan Belanda dengan Pertamina Field Ramba diduga akan meruncing. Kedua belah pihak bersikeras untuk menguasai sumur-sumur tua  itu.

Terungkapnya prihal itu saat puluhan wartwan mengikuti Lokakarya Peliputan Migas yang diseenggarakan Pertamina EP Field Ramba dan Lembaga Pers Dr Soetomo yang di selenggarakan di Hotel Ranggonang Sekayu tanggal 7 – 8 Sopteber 2013 yang lalu.

Pada akhir acara itu puluhan wartawan yang mengikuti acara itu di bawa ke beberapa sumur tua baik yang di kelola masyarakat maupun yang di kelola Pertamina EP Field Ramba.

Manajer Pertamina EP Field Ramba, Bustanul Fikri melalui Humas Pertamina EP Field Ramba, Jabar mengatakan, ada 36 sumur minyak miliki Pertamina EP Field Ramba  yang di kuasai masyarakat.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya baik secara persuasif dan hukum. Dan Minggu depan tambah kami akan melakukan somasi terhadap masyarakat yang telah memanfaatkan sumur -sumur milik Pertamina EP Field Ramba tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Mamad yang didampingi belasan rekanya warga Mangun Jaya mengatakan, sudah dua tahun ini dirunya mengais rezeki di sumur tua peninggalan Belanda itu

“Sumur yang kami kelola itu sudah lebih dari empat puluh tahun tidak di manfaatkan. Oleh karena itu dirinya mencoba memanfaat sumur tua itu disamping itu  kata mamat banyaknya permintaan pasar,” ucapnya.

Mamat juga mengatakan, Pertamina EP Field Ramba  boleh mengambil alih sumur sumur tua yang mereka kelola, namun jangan semaunya  usaha yang  ada di atas lahan miliknya. “Karna kami mengelola sumur ini mengeluarkan modal ratusan juta rupiah untuk satu sumur,” tegasnya.

Disamping itu, kata Mamat, semua elemen  masyarakat tidak boleh mengelola sumur tua. “Kami tidak berkeberatan. Namun jangan nanti tebang pilih.   Ada yang diijinkan ada tidak,” ujarnya.

Ia menambahkan, permasalahan ini menjadi runyam karna pihaknya enggan menjadi anggota suatu kelompok tertentu yang menjual hasil minyaknya ke   Pertamina EP Field Ramba.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com