Indonesia Minim Stock Bomber ‘Ganas’

Informasi-Dari-mata2,-CAPTION--Subangkit---Pelatih-SFC-U-21

Subangkit

PALEMBANG | KS-Meski mampu mewujudkan target membawa skuad Sriwijaya FC (SFC) U-21 meraih juara Indonesia Super League (ISL) U-21 2013, tetap tak membuat Subangkit sebagai pelatih lantas berpuas diri.

Sebab, Entrenator asal Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) mengaku masih sangat tertantang dengan ujian yang lebih besar. Dalam hal ini dia berkeinginan untuk membawa perubahan di tubuh Timnas Indonesia, baik level junior hingga senior

Terutama soal komposisi ujung tombak yang dirasanya masih krisis akibat minimnya stock bomber dengan naluri gol yang tinggi. “Tentunya kita menginginkan sepakbola Indonesia jauh lebih baik lagi,” ujar mantan Pelatih Timnas U-20 itu.

Pelatih yang sukses membawa Timnas U-20 meraih gelar juara di Turnament Hasanah Bolkiah, Brunei Darussalam 2008 itu mengungkapkan, peluang talenta muda untuk semakin berkembang tampaknya akan semakin besar.

Pasalnya, musim depan PT Liga Indonesia kabarnya juga sudah menetapkan regulasi pemain asing, yakni maksimal tiga orang saja di setiap klub mulai musim depan. Jelas dengan hal ini kesempatan pemain lokal akan semakin besar untuk menjadi starting.

“Selama inikan kita mengalami krisis di lini depan. Ya mudah-mudahan saja dengan regulasi itu banyak muncul bibit-bibit baru terutama striker yang bisa diandalkan bagi timnas,” terangnya.

“Apalagi dalam beberapa musim terakhir mulai banyak pemain-pemain muda di kompetisi ISL, yang sudah dipercaya bermain untuk reguler. Kemudian kompetisi-kompetisi usia muda dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mulai dari U-21 dan U-23, sudah semakin giat digalakkan,” lanjut Subangkit.

Ditanya bagaimana perbedaan antara melatih skuad senior dan junior? Pelatih yang pernah membesut skuad Persiwa Wamena pada musim lalu itu menyatakan tentu ada perbedaan yang mendasar antar keduanya. Paling besar dan terasa adalah motivasi para pemainnya, anak-anak junior harus diakui lebih memiliki jiwa bertarung ketika bermain di lapangan hijau dibandingkan senior.

“ereka (pemain muda) lebih memiliki kemauan untuk bekerja keras dan mudah menerima. Terpenting mereka juga ada kemauan untuk terus ingin belajar, ” papar mantan Pelatih Persebaya Surabaya itu.

Berkat keberhasilannya membawa SFC U-21 itulah kini “kenaikan pangkat” Subangkit dari pelatih junior ke senior kian berhembus kencang. Namun Subangkit menegaskan belum ada kesepakatan apapun dengan manajemen SFC, terkait nasibnya musim depan.

Lagipula dia tidak ingin berandai-andai terlebih dahulu, sebab kompetisi ISL senior pun masih berlangsung dan Pelatihnya pun masih dipegang oleh Kas Hartadi. “Saya belum pikirkan itu dan saya tidak mau berandai-andai,” tukasnya.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com