“Dibawah Ancaman, Aku Ditiduri Puluhan Kali”

 397 total views,  2 views today

pemerkosaan

Ilst.

PALEMBANG, KS – Bunga (19), nampak tertunduk malu saat duduk di ruangan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Mapolda Sumsel, Senin (9/9).

Warga Kecamatan Plaju, Palembang ini ditemani orang tuanya untuk melaporkan aksi bejat pacarnya yang telah merengut kegadisannya secara paksa.

Tidak sampai disitu, hawa nafsu yang terus berkecambuk di benak sang pacar membuatnya ketagihan. Dibawah ancaman pembunuhan dan paksaan, sang pacar tega menidurinya hingga puluhan kali.

Dihadapan petugas, Bunga menceritakan, peristiwa pahit yang dialaminya dimana pada Kamis, 21 Juni 2012 lalu, sang pacar bernama Novi Tamrin (20), mengajak korban ke rumah pelaku yang berada di Desa Cinta Manis, Kecamatan Maraia, Kabupaten Banyuasain.

Saat itu, di rumah pelaku sedang ada hajatan pernikahaan. Dengan akal bulusnya, pelaku mengajak Bunga untuk bermain ke rumah. Tanpa rasa curiga sedikit pun,  Bunga bersedia diajak ke rumah pelaku.

Rupanya, lelaki yang sudah dua tahun dipacarinya itu punya niat busuk di balik kebaikan yang diberikan oleh Bunga.

Malam semakin larut, lagi-lagi, dengan segala akal bulunya, pelaku mengajak Bunga untuk menginap dirumahnya. Sekitar pukul 23.30 WIB, pelaku masuk ke dalam kamar dan memaksa Bunga untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Mendapat serangan mendadak, Bunga lalu berontak dan berusaha melepaskan diri dari dekapan sang pelaku yang saat itu sudah dirasuki setan birahi. Namun apa daya, kuatnya eratan pelaku membuat Bunga tidak berdaya dan pelaku mengancam akan membunuhnya dengan sebilah pisau.

Dengan leluasa, sang pacar yang juga pelaku merengut kegadisan Bunga secara paksa. Rupanya hubungan terlarang itu tidak satu kali terjadi, sudah berkali-kali Bunga ditiduri oleh pelaku, terakhir pelaku mengajak berhubungan badan pada hari Raya Idul Fitri yang lalu.

“Setiap melakukan dia (Pelaku_Red) mengancam akan membunuh dengan pisau,” ungkap bunga.

Tekanan batin dan psikologis membuat Bunga tidak tahan. Bunga meminta pertanggung jawaban kepada pelaku, namun pelaku tidak mau bertanggung jawab.

“Dia (Pelaku – red) tidak mau tanggung jawab, padahal saya sudah menemui ibunya, tetapi tidak ada juga tanggapan yang baik,”katanya.

Sampai saat ini, tidak ada niat baik dari keluarga pelaku. Karena sudah tak tahan lagi korban ditemani ayahnya Sugito (57), melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwajib.

Sugito meminta kepada polisi agar pelaku ditangkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku, ia tidak terima anaknya telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku. “Saya meminta agar pelaku dihukum,” ujar warga Jalan Kaptena Abdullah, lorong Utama I, RT 43, Kelurahan Plaju, Kecamatan Plaju ini.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarot Padakova, membenarkan adanya laporan tersebut. “Korban selaku pelapor kasus ini sudah diperiksa petugas. Selanjutnya polisi akan mengejar pelaku yang identitasnya sudah diketahui,” singkatnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster