Mini Market Lokal Terancam ‘Tergusur’

 900 total views,  6 views today

PALEMBANG, KS-Pasar modern retail seperti Alfamart, Indomart dan lainnya kini tumbuh subur bak jamur yang tumbuh di musim hujan. Data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang, di kota empek-empek ini tercatat ada 250 mini market yang berdiri.

Sayangnya dari 250 mini market itu, lebih dari dua pertiganya adalah mini market nasional atau franchise. Sementara mini market lokal, kalah bersaing bahkan terancam tergusur jika dibandingkan dengan mini market yang mempunyai jaringan kuat tersebut.

Agar tidak terus tergerus dengan keberadaan jaringan mini market ini menurut Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindagkop Kota Palembang, Yustinus,  mini market lokal akan di dorong agar bisa tumbuh dan bersaing.

“Kedepan mini market lokal, diminta agar terus meningkatkan pelayanannya. Selain itu, fasilitas yang diberikan pada konsumen, juga jangan kalah dari yang tersedia di mini market brànd nasional. Jika mereka menata dengan baik semua barang, dan fasilitas lain seperti pendingin ruangan dan lampu disediakan, pasti bisa bersaing dengan mini market yang menjamur saat ini,”kata Yustianus saat di hubungi, Minggu (8/9).

Menurut Yustianus, selama ini banyak pengelola mini market lokal tidak memperhatikan hal itu. Sehingga dengan kehadiran seperti Indomaret atau Alfamart, konsumen lebih tertarik untuk berbelanja di sana, dibandingkan ke mini market lokal.

“Kami akan terus menyarankan agar mini market lokal terus berbenah. Saat ini kami lebih memprioritaskan pertumbuhan mini market lokal. Saat ini, jumlah pengajuan izin mini market lokal memang jauh lebih kecil. Sementara mini market nasional terus menerus meminta izin, dan berusaha menggeser keberadaan mini market lokal,”bebernya.

Hingga saat ini Yustianus menambahkan, Disperindagkop masih membatasi izin mini market ini. Tidak hanya karena memberikan kesempatan pada mini market lokal, tetapi juga ada sebagian pengajuan lokasinya tidak sesuai.

“Misalnya saja saat di survei lokasi pendirian, berada didekat warung-warung atau bukan berada di jalan protokol. Kondisi ini, memaksa kami untuk tidak mengabulkan izin lokasi,”ungkapnya.

Yustianus menambahkan lagi, sejak adanya mini market nasional itu sudah ada beberapa pengelola lokal yang berbenah dan terkategori baik. “Untuk itu, kami akan terus mensosialisasikan pada pemilik usaha ini untuk terus memajukan usahanya lebih baik lagi,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster