BNK Bidik 60 Sekolah dan Kelurahan

 164 total views,  2 views today

narkoba

Ilst. | Beritajakarta.com

PALEMBANG, KS-Peredaran narkoba di Sumatera Selatan (Sumsel), kian memprihatinkan. Dari tahun ke tahun, kasus narkoba di Bumi Sriwijaya menunjukkan peningkatan. Narkoba kini bahkan sudah mengancam pelajar di Sumsel.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel menunjukkan, kasus narkoba meningkat 10 persen setiap tahunnya dimana 17 persen pengguna narkoba justru adalah pelajar.  Karenanya menurut Sekretaris Badan Narkoba Kota (BNK) Kota Palembang, Ismail Ishaq, BNK akan menggencarkan penyuluhan bahaya narkoba di kalangan pelajar.

“Mulai hari ini, kita mengintensifkan penyuluhan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta di Palembang. Ini akan kita lakukan setiap harinya,” jelas Ismail dibincangi, Jumat (6/9).

Menurut Ismail, penyuluhan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Satuan Narkoba Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang. “Tahun ini kami menargetkan, penyuluhan itu dilakukan di 60 sekolah dan 60 kelurahan. Selain itu, kita akan mengumpulkan para pemuda, untuk memberikan penyuluhan banyak narkoba,”kata Ismail.

Ismail menambahkan,  dari target itu baru 50 persen yang telah dilaksanakan. Hal itu disebabkan adanya pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel. Usai pemilukada, penyuluhan ini akan di intensifkan. “Tidak ada halangan untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba ini, hanya saja beberapa waktu lalu ada pilkada,”ujarnya.

Lebih jauh Ismail menjelaskan, penyuluhan tidak hanya mengajak siswa-siswi dan generasi muda, namun orang tua juga akan diberikan sosialisasi. Dengan penyuluhan setiap hari, BNK optimistis target bisa terlaksana.

“Agar lebih efektif, petugas juga membawa contoh berupa barang sintetis produk-produk narkoba yang mesti dihindari. Dengan harapan generasi muda, mampu memahami bahaya narkoba dan menghindari barang haram tersebut,”tukasnya.

Sebelumnya, Kepala BNN Sumsel, Brigjen Pol Bontor Hutapea menjelaskan,  17 persen pengguna narkoba di Sumsel adalah pelajar. “Narkoba kini kian mengancam generasi muda kita, 17 persen pengguna narkoba justru adalah pelajar,” kata  Bontor Hutapea saat Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Bumi Asih Palembang, beberapa waktu lalu.

“Kondisi ini sangat mengkutirkan,  kami terus berusaha untuk membersihkan sekolah dari narkoba. Ini menjadi target kami,” sambungnya.

Namun membebaskan sekolah dari cengkraman narkoba sebutnya, tidaklah mudah. Karena butuh dukungan semua pihak  mulai dari guru sampai orang tua siswa.  Ia juga berharap dukungan dari  guru bimbingan dan konseling (BK), guru BK menurutnya sangat berperan besar dalam pemberantasan narkoba dilingkungan sekolah.

“Kita sadar betul bahwa guru BK sangat berperan penting, sehingga kita mengajak mereka berdiskusi kira-kira seperti apa yang bisa mereka perbuat terhadap pencegahan peredaran narkoba di kalangan pelajar. Diskusi yang kita lakukan seperti langkah apa yang harus diperluas ke depan dan kita menjalin kerjasama dengan pihak sekolah,” katanya.

Ditambahkanya, saat ini berbagai upaya sudah dilaksanakan BNNP Sumsel, dalam bidang pencegahan dilaksanakan diseminasi informasi, sosialisasi dilingkungan pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, dilingkungan pelajar, dan mahasiswa serta berbagai lingkungan lainnya.

“Kita memfasilitasi mereka mendapatkan layanan rehabilitasi, harapan kita mereka sembuh dan tidak lagi mengkonsumsi narkoba. Kemudian di bidang pemberantasan, kita melaksanakan tindakan represif terutama terhadap pengedar. Jadi tiga pilar utama secara terus menerus kita laksanakan,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster