Warga Desa Pelakat Nikmati Aliran Listrik

 320 total views,  2 views today

listriuk

MUARAENIM I KS-Masyarakat Desa Pelakat, Kecamatan Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim bersyukur, sebab sejak dua bulan terakhir, warga sudah menikmati aliran listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), yang bersumber dari air.

Selain itu, pembayaran listriknya pun tergolong murah yakni Rp 18.000 perbulannya.

Program PLTMH sendiri merupakan bantuan dana dari PT Bukit Asam Persero tbk Tanjung Enim melalui dana Carporate Social Responsibility (CSR).

“Dulu di bawah 2007 desa kami gelap gulita, setelah itu ada penerangan dari turbin seadanya dan penerangan diesel yang kurang maksimal. Sehingga kami hanya bisa beraktifitas pada siang hari,” ungkap Kurdin, salah seorang tokoh masyarakat Desa Pelakat menceritakan kepada Kabar Sumatera.

Kemudian, kata dia, pada 2012 masuklah Yayasan Al Azhar peduli ke desa dan melakukan survei serta  membangun PLTMH ini. “Kalau dulu desa kami gelap gulita, sekarang sejak dua bulan lalu desa kami sudah dialiri listrik dan terang benderang,” tambah Kurdin.

Kurdin menuturkan, di Desa Pelakat ini 127 Kepala Keluarga (KK) yang sudah bisa menikmati listrik PLTMH ini. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PTBA yang telah membantu listrik dari PLTMH di Desa Pelakat dan juga Yayasan Al Azhar Peduli Ummat Jakarta.

Sementara itu, Direktur Yayasan Al Azhar Peduli Ummat, Hari Rahmat menjelaskan, PLTMH ini dikerjakan sejak enam bulan lalu. Dananya bantuan murni dari CSR PTBA. “Masyarakat Desa Pelakat yang berjumlah 127 KK, sudah bisa menikmati litrik PLTMH ini sudah sejak dua bulan lalu,” kata Hari saat diwawancarai Kabar Sumatera.

Masih kata Hari, PLTMH Desa Pelakat ini berkapasitas 32 kilowwatt (KW), setiap rumah dijatah  250 watt. Kecuali fasilitas umum, seperti sekolah, puskesmas, masjid dijatah  400 watt. Dengan jatah 250 watt setiap rumah, sudah bisa menonton TV dan lemari es dan lainnya.

Disinggung sistem pembayarannya, Hari menjelaskan, untuk pembayaran, masyarakat membentuk koperasi harapan bersama, koperasi inilah yang mengelola pembayaran listriknya. Untuk pembayaran litrik semua rumah sama, tidak ada perbedaan.

“Pembayarannya dengan satu kilogram kopi, kalau dihargai sekitar Rp18 ribu, dari harga itu ada uang Rp5 ribu untuk simpanan koperasi. Uang itu, untuk biaya perawatan turbin jika ada kerusakan,” kata dia.

Nanti, masyarakat akan dilatih untuk merawat turbin. Sehingga jika ada turbin yang rusak, mereka tidak perlu mencari tenaga ke tempat lain. Sebab masyarakat bisa memperbaikinya sendiri.

“Kita dari Yayasan Al Azhar peduli ummat akan mendampingi masyarakat di sini selama tiga tahun. Selain pengelolaan PLTMH, kita juga akan mendampingi masyarakat untuk pengelolaan produksi kopi yang siap jual,” tukas Hari sembari mengatakan Desa Pelakat ini juga dicanangkan sebagai desa gemilang di Indonesia, nomor dua setelah Desa Eromoko, Wonogiri.

Teks : Siswanto

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster