Oknum PNS Banyuasin Terlantarkan Istri

 166 total views,  2 views today

cerai

PALEMBANG, KS –  Habis manis sepah dibuang, begitulah ungkapan yang pantas ditujukan kepada Yeyen Trisna Elda (21), warga Taman Indah Maskarebet, Blok A 10, No 742, RT 11, RW 13, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang ini.

Setelah tiga tahun membina rumah tangga, sang suami atau terlapor berinisial Agung Kurniawan (26), oknum pegawai negri sipil (PNS) pemerintah kota Kabupaten Banyuasin tega menelantarkan Yeyen, tidak hanya itu terlapor juga mau menceraikannya.

Kejadian itu terungkap, setelah pelapor Yeyen melaporkan kasusnya ke SPKT Polda Sumsel. Menurut pelapor. Yeyen mengatakan kalau kalau sang suami dengan sengaja menelantarakan dirinya selama 4 bulan, mulai dari tgl 13 Mei 2013 sampai dengan saat ini.

Dihadapan petugas Yeyen mengatakan kalau kejadian tersebut bermula dari terlapor dengan sengaja  mengajak korban bermain atau berkujung ke tempat orang tua korban ke Lubuk Linggau, kemudian pada hari minggu tanggal 12 mei 2013 korban dan terlapor. Berangkat kelubuk linggau.

Setelah sampai di Lubuk Linggau, korban dan terlapor menginap dirumah kakak kandung korban, akan tetapi pada hari Senin tanggal 13 Mei 2013, Sekitar pukul 19:00 WIB terlapor meninggalkan korban ditempat kakak kandung korban.

Tanpa alasan pada tanggal 14 Agusatus 2013 korban mendapatkan surat yang diantar oleh tukang ojek, yang isinya bahwa terlapor ingin menceraikan korban tanpa alasan yaang pasti.

Sejak kejadian tersebut, terlapor tidak pernah menemui dan menafkahi korban, bahkan pda tanggal 31 Agaustus,  korban malah mendapatkan surat panggilan dari pemerintah Kabupateb Banyuasin badan kepegawaian dan diklat daerah No 823.3/1087/bkd-kp/2013.

Isi surat tersebut berisikan tentang permohonan izin cerai PNS Agung Kurniawan, padahal korban tidak pernah diberitahukan atau tidak tahu permasalahan kenapa terlapor menggugat cerai korban.

Tidak terima atas kejadian yang sudah dialaminya, korban melaporkan oknum PNS tersebut ke Mapolda sumsel, korban menuntut terlapor dihukum sesuai hukum yg berlaku.

Sementara itu Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova, membenarkan laporan tersebut.

‘’Laporannya sudah diterima dan kasusnya sedang diselidiki secara intensif oleh Ditreskrimum Polda Sumsel. Jika terbukti bersalah, tentu terlapor akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster