Menjaga Netralitas TNI

 186 total views,  2 views today

OLEH SARONO P SASMITO

MENDEKATI Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 berbagai perkembangan secara regional dan nasional terus terjadi. Kita yang berada di Sumatera Selatan ini, Rabu (4/9) kemarin baru saja selesai menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, periode 2013-2018.

Kini hal  tengah menunggu finalisasi penghitungan suara dari TPS, PKK hingga di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten OKU, Kab. OKU Timur dan Kecamatan Warkuk OKU Selatan. Siapapun pemenangnya nanti kita mengharapkan tidak ada gejolak apapun yang dapat merugikan kita semua.

Di luar kondisi regional itu, kita secara nasional juga akan menghadapi Pemilu 2014 mendatang.

Dalam konteks ini kita mengharapkan agar semua elemen tidak menarik TNI dalam politik praktis karena akan menjadikan TNI tidak netral. Menghadapi perkembangan tersebut “Saya mengimbau kepada semua elemen tidak menarik TNI dalam medan politik praktis, yang dapat menjadikan TNI tidak netral,”  ujar Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dalam amanatnya pada acara sertijab Panglima TNI dari pejabat lama Laksamana TNI Agus Suhartono kepada Jenderal TNI Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu lalu.

Menurut dia, menyukseskan Pemilu 2014 dan suksesi kepemimpinan secara demokratis damai merupakan hal yang penting.  TNI dan semua elemen bangsa harus menjamin Pemilu 2014 TNI dapat berlangsung dengan lancar, tertib, bebas, adil dan damai. Karena pemilu adalah masa depan keberlanjutan pembangunan nasional.

Moeldoko berjanji akan tetap berjalan pada koridor, sesuai dengan rencana strategis TNI seperti yang diamanatkan Panglima sebelumnya.  TNI akan tetap berjalan pada koridor sesuai rencana strategis. TNI akan bertindak efektif dan profesional, serta sesuai kebutuhan.

Kita mengharapkan apa yang diucapkan oleh Moeldoko itu akan menjadi kenyataan,  TNI harus menjaga netralitasnya dalam Pemilu 2014 dan ikut menjaga agar pesta demokrasi berjalan dengan lancar dan damai. Sebab jika TNI telah masuk dalam tarik menarik maka ekses negatifnya akan terbuka luas. Selain itu kondisi itu justru dapat mengancam stabilitas social dan politik kita secara luas. Lebih dari itu hal itu dapat mengancam sendi-sendi Negara dan mengancam  eksistensi NKRI.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster