KPU Bantah Ada DPT Ganda

 225 total views,  2 views today

pemilih

Ilst.

PALEMBANG, KS-Temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), soal masih banyaknya daftar pemilih tetap (DPT) ganda pada pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel, 4 September lalu, dibantah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang.

Komisioner KPU Palembang, Yudha Mahrom yang ditemui, Kamis (5/9) mengungkapkan, DPT yang digunakan pada PSU sama dengan DPT saat pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu. “Tidak ada perubahan untuk DPT, artinya kalaupun ada yang tidak masuk atau data ganda di DPT, harusnya hal itu sudah dilaporkan saat pilgub, 6 Juni lalu, dan kemungkinan sudah diselesaikan. Intinya, kita tidak temukan (data ganda) itu,” kata Yudha.

Terkait temuan tidak disediakannya form A8 atau surat keterangan memilih di tempat lain, oleh petugas KPPS. Menurut Yudha, form tersebut sudah diberikan KPU melalui panitia pemungutan kecamatan (PPK), yang diteruskan ke panitia pemungutan suara (PPS) dan dibagikan ke petugas KPPS di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).”Form A8 itu sudah kita distribusikan, tapi apakah petugas KPPS memberikannya ke pemilih atau tidak, hal itu kita tidak tahu,” jelas Yudha.

Namun menurut Yudha, ada kemungkinan formulir A8 tersebut tidak diminta oleh pemilih, bukannya tidak disediakan oleh petugas KPPS. “Terkait tidak tersedianya form A8 ini, memang kita juga mendapat laporan terjadi di Lapas Perempuan Merdeka, namun setelah kita kroscek, bukannya tidak disediakan KPPS, tetapi pemilih yang tidak melapor. Artinya, permasalahan ini bukan sepenuhnya kesalahan petugas KPPS,” ucapnya.

Soal DPT yang tidak ditempel di beberapa TPS, sejauh ini Yudha mengaku pihaknya belum menerima laporan, namun ia tidak menyangkal jika itu bisa saja terjadi. “Kalaupun tidak tertempel kita minta dimaklumi, karena juga selama pemilih masuk dalam DPT, mereka bisa menggunakan hak suaranya,” ungkapnya.

Bagaimana dengan bilik suara yang tidak berpenutup di bagian belakangnya, menurut Yudha, KPU belum mengetahui temuan Bawaslu tersebut, namun sesuai instruksi KPU, bilik suara harus steril dan tidak bisa dilihat oleh orang lain.

“Kita belum mendapat laporan, begitu juga soal temuan adanya kecurigaan intimidasi oleh saksi pasangan calon tertentu saat pencoblosan, di TPS yang bilik suaranya tidak berpenutup,” ujarnya.

Untuk temuan kekurangan surat suara di Lapas dan rumah sakit, menurut Yudha, jika di rumah sakit, hal itu bisa saja terjadi, namun untuk Lapas, ia membantah temuan Bawaslu tersebut.

“Kalau di rumah sakit mungkin saja terjadi kekurangan, karena surat suara untuk rumah sakit kita hitung berdasarkan jumlah DPT disana, sementara besar kemungkinan di rumah sakit ada pemilih yang diluar DPT yang kita hitung, seperti penunggu pasien, keluarga pasien dan lainnya,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, hasil pantauan Bawaslu ditemukan masih banyak daftar pemilih tetap (DPT) ganda di beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu, ada TPS yang tidak menempelkan salinan DPT, TPS yang tidak menjamin kerahasian pemilih, yang ditunjukkan dengan bagian belakang bilik suara tanpa pelindung dan lainnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster