Di PSU Pemilukada Sumsel Golput Capai 40 Persen

 207 total views,  2 views today

nqw44j3i

PALEMBANG, KS-Partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suaranya, dalam pemungutan suara (PSU) pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang, Rabu (4/9) lalu mengalami penurunan jika dibandingkan pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu atau pemilukada Palembang, April lalu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Eftiyani menyebut, partisipasi masyarakat menggunakan hak konstitusinya itu di PSU dibandingkan 6 Juni lalu atau pemilukada Palembang menurun sampai 40 persen.

“Pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu tingkat partisipasi masyarakat di Palembang mencapai 67 persen. Sedangkan di pemilukada Palembang capai 70 persen, di PSU ini hanya sekitar 60 persen,” kata Eftiyani yang dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (5/9).

Ia juga menyebut, saat ini suara rekapitulasi suara PSU pemilukada Sumsel sudah dilakukan ditingkat panitia pemungutan suara (PPS) atau ditingat kelurahan.  “Rabu (4/9) sore sudah dilakukan rekapitulasi di tingkat TPS, dan Kamis (5/9) rekapitulasi di tingkat PPS sampai dengan Jumat (6/9). Kemudian tanggal 7 dan 8, rekapitulasi di tingkat kecamatan (PPK), tanggal 9-10 di tingkat kota dan terakhir tanggal 11-12 di tingkat provinsi,”urainya.

Disinggung, menurunnya angka partisipasi atau golput, Eftiyani menyebutkan, hal itu dikarenakan oleh banyak perusahaan swasta yang tidak meliburkan pegawainya ketika PSU, selain itu banyak lagi yang lainnya.

“Misalnya, di rumah sakit, kalau dibandingkan dengan Pemilihan walikota, untuk rumah sakit kami menyiapkan TPS khusus di rumah sakit tersebut, jadi hal tersebut bisa memudahkan masyarakat yang sedang sakit,”ujarnya.

Eftiyani berharap, bagi masyarakat khususnya warga Palembang untuk menunggu hasil keputusan dari KPU. Selain itu Eftiyani juga mengharapkan agar warga, tetap menjaga keamanan dan situasi yang kondusif. “PSU ini telah kita laksanakan dengan baik, oleh karena itu, kita harus menjaga Kota Palembang ini dengan baik,”tukasnya.

Sebelumnya komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Nasrullah menyebut hasil pantauan mereka angka partisipasi di Palembang menurun.  “Hasil pantauan kita, hampir di semua tempat pemungutan suara (TPS) tingkat partisipasi pemilih antara 50 persen sampai 57 persen,” jelas Komisioner Bawaslu RI, Nasrullah, kemarin.

Ia menyebut, banyak faktor kenapa angka masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya tinggi. Salah satunya, karena form A8 atau surat keterangan untuk gunakan hak pilih di tempat lain tidak dibawa oleh penyelenggara pemilih sendiri yaitu kelompok panitia pemungutan suara (KPPS).

Kejadian ini bebernya, banyak ditemukan di TPS-TPS khusus misalnya di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah sakit (RS).  “Di RS baik itu di Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH), RS Muhammadiyah Palembang, RS Bari dan RS Islam Siti Khadijah, kami temukan petugas KPPS tidak membawa form C6,” ujarnya.

Akibatnya, baik pasien, pendamping pasien, dan tenaga medis yang mempunyai hak pilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya. “Bahkan di RS Islam Siti Khadijah, kami temukan ada sekitar 30 pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena surat suara yang habis. Di TPS itu, hanya disediakan 100 surat suara,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster