Anggota Dewan Tolak PAW

 206 total views,  2 views today

INDERALAYA KS-Meski sudah ditetapkan tanggal pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW), terhadap delapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Ogan Ilir pada 9 September mendatang, namun sejumlah anggota dewan menolak dilakukan PAW dengan alasan cacat hukum.

Pasalnya, hingga saat ini anggota dewan yang terkena PAW belum mengantongi SK pemberhentian.

Irawadi Sahil Sahal, perwakilan dari delapan anggota DPRD Ogan Ilir yang terkena PAW menilai, pelaksanaan pelantikan PAW yang akan digelar pada 9 September mendatang cacat hukum. Pasalnya, hingga saat ini ke delapan anggota PAW belum mengantongi SK pemberhentian.

“Ya, kami nilai ini cacat hukum, ini persoalan kasuistis. Soal PAW sampai saat ini tidak ada koordinasi baik dari Ketua DPRD Ogan Ilir H Iklim Cahya maupun dari sekretariat. Persoalan mau menjadwalkan pelaksanaan pelantikan silakan saja,” keluh mantan anggota DPRD Ogan Ilir dari Partai Bintang Reformasi (PBR), Rabu (4/9), kemarin.

Ia berkata, hingga kini pihaknya masih tetap menjalankan dan memegang teguh amanat partai maupun masyarakat. Karena sebagai kader partai pihaknya masih diakui dan tidak ada pemberhentian maupun pergantian dari partai. Apalagi soal penarikan sebagai anggota legislatif yang mewakili partai.

Soal pencalonan dari partai lain, lanjut Irawadi, justru pihaknya telah mendapat persetujuan dari partai. Bahkan DPP PBR di Jakarta melalui suratnya menyatakan persetujuan pencalegan dari partai berbeda.

“Menginggat partai asal tidak lolos peserta pemilu 2014, maka partai membatalkan pengunduran diri karena sifatnya hanya memenuhi syarat pencalegan sesuai peraturan KPU saja, setelah adanya keputusan MK,”terangnya.

Disamping itu, masih kata dia, amar putusan MK sudah sangat jelas bahwa bagi anggota legislatif yang berasal dari partai yang bukan peserta pemilu 2014 tidak harus mengundurkan diri atau diberhentikan.

Kalaupun akan ada pergantian, patut untuk dipertanyakan terlebih dahulu atau ditelaah kembali.

“Kami akan terus melakukan upaya-upaya hukum untuk membatalkan pelantikan itu. Ya, mungkin saja agenda pelantikan berlaku bagi anggota lain yang tidak ada implementasinya dengan putusan MK,”tuturnya.

Sementara itu, menyikapi adanya keluhan, Ketua DPRD Ogan Ilir H Iklim Cahya menegaskan semua proses pemberhentian dan pelantikan telah sesuai dengan prosedur

“Kami sudah menjalankan sesuai prosedur. SK PAW sudah kita terima dan kita hanya menjalankan,” singkatnya.

TEKS:JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster