Partisipasi Pemilih Menurun

 205 total views,  2 views today

pemilih

PSU Sumsel

PALEMBANG, KS-Prediksi banyak pihak, tingkat partisipasi pemilih dalam pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), 4 September mengalami penurunan dibandingkan pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu terbukti.

Walau pun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, belum merelese data resmi tingkat partisipasi pemilih namun hasil pantauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, partisipasi pemilih mengalami penurunan.

“Hasil pantauan kita, hampir di semua tempat pemungutan suara (TPS) tingkat partisipasi pemilih antara 50 persen sampai 57 persen,” jelas Komisioner Bawaslu RI, Nasrullah didampingi Ketua Bawaslu Sumsel Andika Pranata Jaya dan Ketua Panwaslu Kota Palembang, Amrullah, Rabu (4/9) di kantor Bawaslu Sumsel.

Ia menyebut, banyak faktor kenapa angka masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya tinggi. Salah satunya, karena form A8 atau surat keterangan untuk gunakan hak pilih di tempat lain tidak dibawa oleh penyelenggara pemilih sendiri yaitu kelompok panitia pemungutan suara (KPPS).

Kejadian ini bebernya, banyak ditemukan di TPS-TPS khusus misalnya di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah sakit (RS).  “Di RS baik itu di Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH), RS Muhammadiyah Palembang, RS Bari dan RS Islam Siti Khadijah, kami temukan petugas KPPS tidak membawa form C6,” ujarnya.

Akibatnya, baik pasien, pendamping pasien, dan tenaga medis yang mempunyai hak pilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya. “Bahkan di RS Islam Siti Khadijah, kami temukan ada sekitar 30 pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena surat suara yang habis. Di TPS itu, hanya disediakan 100 surat suara,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid menyebut, hasil quick count yang mereka lakukan menunjukkan adanya penurunan partisipasi pemilih dalam PSU pemilukada Sumsel.

“Dalam PSU ini, tingkat partisipasi pemilih sekitar 50 persen sampai 60 persen. Yang terendah tingkat partisipasinya ada di Kota Palembang, sementara di OKU Timur tingkat partisipasinya tertinggi mencapai 90 persen,” bebernya.

Ia menyebut, rendahnya partisipasi pemilih ini salah satu sebabnya karena masyarakat cenderung apatis dan bosan.  Itu karena, berbagai sebab misalnya black campaign yang marak menjelang PSU.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster