“DEMI ANAK, AKU RELA JADI PSK”

 1,412 total views,  2 views today

ilustrasi-psk

Ilst. | net

LAHAT KS-Seorang Pekerja Seks Komersial alias PSK sebut saja namanya Bunga (22) sehari-harinya mangkal di seputaran Stasiun Lahat. Ia terpaksa menjajakan auratnya pada kaum lelaki hidung belang guna menghidupi anaknya yang usianya 6 tahun.

Dalam benak Bunga, hidupnya tidaklah berkecukupan. Karena itu, untuk menghidupi anaknya dan tiga adik kandungnya, ia lalu memilih bekerja sebagai seorang sales deller di Kota Palembang. Akan tetapi, gaji yang diterima Bunga agaknya tidak sebanding dengan pengeluaran untuk semua yang diperlukan baik untuk anaknya maupun adiknya.

“Orangtua saya tidak bekerja, adik saya pun masih ada yang kuliah, kalau semuanya dibebankan kepada orangtua rasanya tidak cukup karena ayah saya itu seorang pengsiunan. Ya, uangnya itu untuk biaya adik kuliah,” Bunga berkisah.

Malu-malu Bunga pun menceritakan, ia menjadi seorang PSK salah satu penyebabnya karena ketidakcocokan dirinya dengan suaminya dahulu sehingga perbuatan yang sangat hina ini terpaksa ia lakukan.

“Saya ini orang Palembang. Pernah waktu itu sewaktu saya masuk hotel ternyata yang mesan aku itu paman aku dewek. Sejak itulah aku pergi ke kota lain seperti ke Bengkulu, Jambi, dan yang terakhir di Lahat inilah. Di Lahat ini aku baru dua bulanan beroperasi,” cerita Bunga apa adanya.

Dengan seloroh berlogat khas Palembang, Bunga berujar, kebutuhan sehari-hari keluarganya yang dibebankan kepada dirinya ternyata membuat dirinya harus ekstra mencari uang. Kehidupan selama jadi PSK ternyata sangat menjanjikan karena uang yang diperolehnya bisa mencapai Rp 700.000 per harinya.

“Kadang aku bisa daper Rp 150.000 sehari. Biasanya setoran ke bos saya itu Rp 50.000,” ucapnya.

Diakui Bunga, kehidupan yang dilakoninya selama menjadi PSK ini ingin secepatnya berakhir. Itu pun dengan syarat ia terlebih dahulu mendapat pekerjaan.

“Dak ngudem idup kayak ini terus kak, kalau ado gawean yang mapan nak berenti aku, tapi sekarang belum aku dapatke gawean yang sepadan dengan kebutuhan hidup aku, kalaupun agek dapat nak berenti dan tobet nian aku kak,” akunya.

Kata Bunga, selama menjadi PSK, pria hidung belang bermain dengannya sama sekali tidak pernah dengan pejabat atau pemborong, semuanya adalah kalangan biasa. Bahkan, ada pula remaja yang tidak puas dengan wanita yang dipacarinya.

“Selamo aku jadi PSK dari aku cerai 3 tahun lalu, dak katek kak pejabat yang maen, jadi semuanyo kalangan biaso yang haus akn seks, dan itupun semuanya shoet time galo dengan hargo 150 ribu sekali maen, jadi apo nian nak diandalke tapi kayak mano inilah jalan aku mencari biaya idup keluargo aku,”  kata bunga asli Palembang plaju ini.

Lalu, Bungan menyampaikan, tiap minggunya ia selalu mengirimkan uang untuk biaya hidup keluarganya yang berada di Plaju, Kota Palembang. Juga sering pula ia  pulang membawa hasil dari pekerjaan yang dilakoninya tersebut.

“Aku ngaku perbuatan aku ni salah, tapi inilah yang dapat aku lakuke untuk kehidupan keluargo aku, dan ageknyo mudah-mudahan ado petunjuk dari kuaso untuk mengubah pola hidup aku yang slaah ini,” tukasnya.

TEKS:JUMRA ZEFRI

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster