Bawaslu Temukan Banyak Pemilih Ganda

 197 total views,  2 views today

nqw44j3i

Ilst. Pemilu

PALEMBANG, KS-Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang, Prabumulih, OKU, OKU Timur dan Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, OKU Selatan,  Rabu (4/9) menggunakan hak suaranya dalam pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel.

Walau pun terbilang kondusif, namun hasil pantauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ditemukan banyak kekurangan dalam penyelenggaran pemungutan suara ulang tersebut. Komisioner Bawaslu RI, Nasrullah menyebut, ada beberapa temuan yang di dapatkan dari hasil pantauan bawaslu, panitia pengawas pemilu (pawaslu) dan panitia pengawas kecamatan (pawascam).

“Misalnya di daftar pemilih tetap (DPT), kita menemukan masih banyak pemilih ganda. Hampir semua tempat pemungutan suara (TPS) yang kami kunjungi, ditemukan pemilih ganda,” jelas Nasrullah kepada wartawan di Bawaslu Sumsel, kemarin.

Selain itu ada TPS yang tidak menempelkan salinan DPT, kelompok panitia pemungutan suara  (KPPS) beralasan tidak menempelkan salinan DPT karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengirimkan salinan DPT ke KPPS.

Tak hanya itu menurut Nasrullah, mereka juga menemukan ada TPS yang tidak menjamin kerahasian pemilih. Itu ditunjukkan dengan bilik suara yang bolong, tanpa pelindung. Parahnya lagi, tepat di belakang bilik suara tersebut ada relawan dan saksi pasangan calon. “Sehingga terkesan ada intimidasi kepada pemilih, ini membuat pemilih tidak bebas menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.

Petugas KPPS pun dianggapnya kurang profesional. Itu sebutnya dibuktikan dengan salah seorang petugas KPPS di salah satu TPS di Palembang, yang mengumumkan batas waktu pemilih untuk menggunakan hak pilihnya hanya sampai pukul 12.00 WIB.  “Padahal aturannya, sampai pukul 13.00 WIB. Saat kita tanyakan, petugas KPPS itu masih ngotot itu sesuai aturan. Setelah ditunjukkan aturan sebenarnya, baru ia diam,” bebernya.

“Kami juga menemukan, form C1 atau berita acara tidak di masukkan dalam kotak suara yang sudah disegel sehingga menjamin kerahasiannya. Kita juga mendapatkan, segel yang dikirim ke KPPS berlebihan sehingga rentan disalahgunakan. Harusnya itu dibatasi,” sambungnya.

Dengan banyaknya temuan itu, apakah nantinya akan mempengaruhi hasil PSU dan hasil final pemilukada Sumsel ?, Nasrullah tidak bisa memastikan. Yang pasti sebutnya, tugas Bawaslu memantau pelaksanaa pemilukada

“Pada prinsipnya, apa yang kami temukan tidak bisa ditutupi.  Apakah ini, akan pengaruh atau tidak, terserah. Data ini tidak bisa dipisahkan dalam laporan Bawaslu ke Mahkamah Konstitusi (MK),” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya menghimbau semua masyarakat Sumsel untu tetap tenang sambil menunggu hasil rekapitulasi suara ditingkat KPU Sumsel. “Semuanya baik masyarakat, pasangan calon maupun tim sukses untuk tenang dan menghargai proses rekapitulasi yang dimulai dari panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK), KPU kabupaten dan kota serta rekapitulasi akhir di KPU provinsi,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster