Perlu Rp400 Juta untuk Jadi Dewan Di Kabupaten OKI

 228 total views,  2 views today

dpr

Ilst. Gedung DPR Senayan

KAYUAGUNG, KS-Jabatan sebagai wakil rakyat di DPRD, menjadi jabatan yang sangat menggiurkan bagi kebanyakan masyarakat. Buktinya, ada ratusan calon anggota legislatif (caleg), yang memperebutkan kursi anggota dewan.

Namun untuk menjadi anggota dewan, ternyata bukan perkara mudah. Biaya yang di keluarkan pun tak sedikit. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), setidaknya seorang caleg harus menyediakan dana hingga Rp400 juta untuk membiayai kampanyenya.

“Persaingan antar caleg, saat ini semakin ketat. Masyarakat pun, sudah semakin pintar untuk menentukan pilihan mana caleg yang akan dipilih mereka. Sehingga, untuk menjadi anggota dewan setidaknya butuh modal sekitar Rp400 juta,” kata Made, salah seorang anggota DPRD OKI ketika dibincangi Kabar Sumatera, Selasa (3/9).

Ia menyebut, dana yang dibutuhkan itu memang fantastis. Namun modal politik ini menurut Made, dibutuhkan untuk kebutuhan berbagai alat sosialisasi seperti spanduk, baleho, kaos dan lainnya.

Namun kata Made, modal yang dibutuhkan setiap caleg akan berbeda tergantung populeritas dan kedekatannya dengan masyarakat selama ini. “Di pemilu 2009 lalu, jujur saja saya tak menghabiskan dana sebesar itu. Saya menghabiskan dana hanya Rp40 juta untuk menjadi anggota dewan,” akunya.

Dengan persaingan saat ini, biaya harus dikeluarkan menurutnya pasti akan bertambah. Pada daftar calon tetap (DCT) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI, ada 480 caleg.

“Artinya kita harus bersaing dengan banyak caleg, agar bisa menjadi anggota dewan. Makanya butuh modal besar, itu pun belum tentu terpilih. Jika terpilih ya, jika tidak tentu akan berdampak pada psikologis seseorang,” ucapnya yang menyebut ia sendiri mencalonkan diri kembali sebagai caleg di daerah pemilihan (dapil) 3.

Sementara itu Ferdiansyah Singadilaga, caleg dari Partai NasDem yang mencalonkan diri di dapil 2 tak sependapat dengan pernyataan Made. Menurutnya dana yang dibutuhkan untuk menjadi anggota dewan tak sampai Rp400 juta.

“Jangan semuanya dipandang dengan uang, jika caleg yang mencari suara dengan menggunakan uang pastinya saat terpilih ia tak akan bisa menjadi penyampai aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Namun  Ferdiansyah tak menampik, jika ada dana yang disiapkannya. Menurutnya, dana yang disiapkan untuk pencalonannya hanya Rp10 juta. “Saya hanya siapkan dana Rp10 juta, memang jika itu digunakan untuk membeli suara per kepala keluarga (KK) tentu tidak cukup. Namun dana itu, dipakai untuk transportasi saat sosialisasi dan kebutuhan lainnya,”bebernya.

“Saya tidak membutuhkan dana besar, karena selama ini sudah intensif menjalin komunikasi dengan masyarakat di dapil saya. Sosialisasi itu, bukan hanya dilakukan sekarang tetapi sejak lama. Lain halnya dengan mereka yang sama sekali tidak pernah bermasyarakat, tiba-tiba mulai mengumumkan pencalonanya pastinya akan berbeda pendekatannya, jadi wajar saja kalau mereka membutuhkan modal yang sangat besar,” tukasnya.

Teks     : Emil Hidayat

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster