Musim Kemarau, Sumber Air Mulai Menyusut

 273 total views,  2 views today

PAGARALAM,  KS—Memasuki musim kemarau  membuat sumber mata air di beberapa wilayah Pagaralam mulai menyusut atau mengecil. Walaupun belum bisa dikatakan kering, namun hal itu mulai membuat sejumlah warga cemas dan cukup sulit untuk mendapatkan air.

Pantauan di lapangan, sejumlah warga mulai membuat bak penampungan air untuk berjaga-jaga, mengingat saat ini mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan air. Padahal, secara umum wilayah Pagaralam termasuk wilayah yang airnya melimpah.

Namun di beberapa daerah seperti Meringang, Kecamatan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, mulai terasa kesulitan air.

Menurut Budin (55), warga Meringang, sumber air yang mengairi sawah di desanya mengalami penyusutan, bahkan warga sudah ada yang bertengkar karena berebut sumber mata air.

“Saat ini diwilayah kami memang susah mendapatkan air, karenanya tak jarang jika ada perselisihan kecil yang menyangkut masalah pembagian air terutama untuk sawah,” kata Budin.

Sementara Sistriani, warga lainnya mengungkapkan, dirinya sering sekali menghemat air bersih untuk keperluan sehari-harinya dengan keluarga. “Kami biasanya mengumpulkan air di penampungan dan membuat persediaan untuk musim kemarau yang mungkin akan panjang,” ujar ibu rumah tangga ini.

Baik Budin maupun Sistriani mengakui untuk wilayah Meringang, khususnya dan Kecamatan Dempo Selatan pada umumnya, masalah kekeringan pada musim kemarau sudah menjadi hal klasik atau biasa. Ditambah lagi sering terjadi anging kencang atau puting beliung. Sedangkan jika terjadi musim penghujan sering terjadi banjir bandang dan longsor.

“Memang semua ini terjadai karena ulah manusia  yang kerap melakukan penebangan pohon sembarangan untuk perluasan lahan pertanian. Bahkan hal itu sudah berlangsung hingga puluhan tahun,” terang Budin.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Herawadi S.Sos menanggapi hal ini mengatakan, sejauh ini memang ada beberapa daerah yang ekstrim di Pagaralam jika sedang musim kemarau kekeringan sedangkan di musim hujan sering kebanjiran.

“Namun pastinya,  masyarakat harus waspada, termasuk pula menghadapi musim kekeringan ini. Pergunakan air sebaik-baiknya dan jangan dihambur-hamburkan,” ajaknya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster