Jalur Desa Pulau Rimau Terancam Lumpuh

 667 total views,  2 views today

BANYUASIN/KS-Jalur darat menuju desa dalam Kecamatan Pulau Rimau terancam lumpuh. Pasalnya  dua besi jembatan yang membentang diatas aliran sungai Mukut tepatnya di Tanah Kering diduga  raib oleh  kawanan maling.

Jupri salah seorang warga Pulau Rimau yang sempat dibincangi awak media mengatakan, jembatan itu diduga  di curi. “Hilangnya dua besi jembatan itu sudah sepekan, akibatnya para pengendara roda yang hendak melintas jembatan tersebut harus ekstra berhati-hati, ” ungkapnya Selasa (3/9).

Ia menambahkan, hilangnya besi pelataran jembatan tersebut bukan yang pertama kalianya. “Dulu juga sempat terjadi kehilangan bahkan sempat beberapa batang yang hilang. Sehingga aktifitas masyarakat mengalami kesulitan juga untuk melintasinya,” ungkapnya.

Menurutnya jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses trasportasi lewat darat untuk masuk dan keluar wailayah Pulau Rimau. “Jika tidak segera dilakukan perbaikan, maka aktifitas masyarakat akan terancam lumpuh dimana hasil pertanian dan perkebunan sawit yang ada didaerah Pulau Rimau tidak dapat diangkut,” keluhnya.

Dikatakannya, masyarakat sebenarnya bisa melintas melalui jalur perairan namun, resikonya lebih tinggi begitu juga biayanya lebih mahal. “Jika dipaksakan diangkut melalui jalur perairan tentu biayanya akan lebih mahal dan petani tetap merugi,” ucapnya.

Dirinya mengaku heran, besi yang dicuri umumnya sangat berat, namun tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya. “Besi jembatan itu satu batangnya bisa lebih 100kg, dan semuanya terkunci dengan baut juga di las. Tetapi mengapa warga disekitar lokasi jembatan itu tidak ada yang mengetahuinya,” urainya dengan nada sedih.

Hal senada dikeluhkan, Joko, warga Primer III Kecamatan Pulau Rimau. Menurutnya bahwa dirinya merasa terkejut saat pulang dari Palembang dan hendak melintasi jembatan tersebut.

“Seminggu lalu saya melihat besi jembatan masih terlihat terpasang dan masih lancar untuk dilintasi,” ujarnya.

Joko mengaku kesulitan untuk melintas dan tidak mungkin motornya akan ditinggal untuk ditipkan, sedangkan jarak rumah dari lokasi jembatan itu masih jauh. “Akhirnya saya harus menunggu ada orang yang akan melintas baru dapat melewati jembatan itu untuk menyeberangkan motor,” ungkapnya.

Sayangnya sampai berita ini diterbitkan pihak dinas terkait dari Pemkab Banyuasin belum ada yang dapat diminta konfirmasinya.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster